Iriawan Ceritakan Pengalaman Paling Berkesan Saat Amankan Aksi 212
"Ada pengalaman yang tak pernah terlupakan, waktu Aksi Bela Islam yang 212 dan 411,"
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menceritakan pengalaman paling berkesannya selama sepuluh bulan menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
Iriawan bercerita, selama menjaga keamanan ibu kota, ada hal yang tak terlupakan.
Yakni, mengamankan Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 lalu.
Saat itu, jumlah massa berkisar 1 juta orang.
"Ada pengalaman yang tak pernah terlupakan, waktu Aksi Bela Islam yang 212 dan 411," ujar Iriawan saat menghadiri acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017) malam.
Iriawan bersama dengan Mayjen Teddy Lhaksmana yang saat itu menjabat sebagai Pangdam Jaya, mencoba menenangkan massa dengan berada di tengah kerumunan.
"Pada suatu saat saya harus ke kerumunan massa. Pangdam menyampaikan 'Pak ini tidak rawan. Tidak bahaya?'. Saya bilang, 'Mas saya ambil keputusan agar mas mau mendapingi saya'," cerita Iriawan.
Dukung Perppu Ormas, Sejumlah Jenderal Purnawirawan TNI-Polri Ini Temui Presiden Jokowi https://t.co/fqm79ncFxE via @tribunnews
— TRIBUNnews.com (@tribunnews) July 26, 2017
Iriawan meminta Pangdam Jaya agar selalu mendampingi dan turun ke lapangan saat menghadapi massa pengunjuk rasa yang jumlahnya satu jutaan orang.
Situasi massa saat itu, kata Iriawan, memang mulai memanas.
Karena itu, perlu diredam dengan hadir di tengah-tengah masyarakat.
"Saya bilang 'Abang, kalau seandainya umur kita berakhir di sini, Allah sudah membuatkan takdir'," kata Iriawan.
Akhirnya, massa yang panas bisa diredam dengan diberi pengarahan.
Menurut Iriawan, dukungan Pangdam Jaya sangat membantu saat menghadapi pengamanan massa aksi damai hingga putaran dua Pilkada DKI Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mochamad-iriawan_20170727_061914.jpg)