Pamit Nonton Bola, Fans Berat Irfan Bachdim Ini Pulang Tak Bernyawa
"Dia ini pendukung setia timnas dan penggemar berat Irfan Bachdim," kata Nurhasan kepada wartawan di rumah duka, Minggu (3/9/2017).
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keluarga Catur Julianto (33) tidak menyangka ayah satu orang anak ini pergi untuk selamanya, setelah pamit untuk menonton laga uji coba antara Indonesia melawan Fiji, Sabtu (2/9/2017) malam.
Fans berat striker naturalisasi, Irfan Bachdim ini langsung dimakamkan di TPU Kober Budaya, Klender, setelah disemayamkan di rumah keluarganya di Jalan Kampung Sumur Nomor No 150, RT 4 RW 10, Klender, Jakarta Timur.
Nurhasan, mertua almarhum mengatakan, semasa hidup, Catur adalah pendukung setia Timnas Indonesia dan mengidolakan Irfan Bachdim hingga dia rela menyaksikan langsung di stadion.
Baca: Suporter Timnas yang Tewas Terkena Petasan Idolakan Irfan Bachdim
"Dia ini pendukung setia timnas dan penggemar berat Irfan Bachdim," kata Nurhasan kepada wartawan di rumah duka, Minggu (3/9/2017).
Sementara itu Agus (44), keluarga almarhum menyebutkan, keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Catur yang tewas dalam tragedi itu.
Hanya saja, dirinya berharap petugas kepolisian bisa meringkus pelaku pelemparan petasan yang
mengakibatkan Catur meninggal.
"Jangan sampai ada korban lain, cukup keponakan saya saja," ujarnya.
Baca: Nasir Djamil Sebut Agus Rahardjo Tak Paham Pembentukan KPK
Menurut Agus, istri Catur masih syok atas kepergian suaminya.
"Meskipun berat, namun mudah-mudahan semuanya ikhlas atas kepergiannya Catur," kata Agus.
Setelah musibah terjadi, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi menemukan beberapa alat bukti di tribun selatan yang digunakan pelaku untuk menembakan suar ke arah korban di tribun timur.
"Ditemukan beberapa cassing hand flare (selongsong suar) dan pengaman roket flare dari tribun belakang gawang (sisi selatan)," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar.
Saat wasit meniup pluit tanda berakhirnya pertandingan, tiba-tiba petasan atau suar yang dilepaskan pelaku di tribun selatan melesat ke arah Catur.