Sabtu, 30 Agustus 2025

Pamit Nonton Bola, Fans Berat Irfan Bachdim Ini Pulang Tak Bernyawa

"Dia ini pendukung setia timnas dan penggemar berat Irfan Bachdim," kata Nurhasan kepada wartawan di rumah duka, Minggu (3/9/2017).

Penulis: Wahyu Aji
Tribunnews.com / Wahyu Aji
Suasana duka meninggalnya Catur Julianto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keluarga Catur Julianto (33) tidak menyangka ayah satu orang anak ini pergi untuk selamanya, setelah pamit untuk menonton laga uji coba antara Indonesia melawan Fiji, Sabtu (2/9/2017) malam.

Fans berat striker naturalisasi, Irfan Bachdim ini langsung dimakamkan di TPU Kober Budaya, Klender, setelah disemayamkan di rumah keluarganya di Jalan Kampung Sumur Nomor No 150, RT 4 RW 10, Klender, Jakarta Timur.

Nurhasan, mertua almarhum mengatakan, semasa hidup, Catur adalah pendukung setia Timnas Indonesia dan mengidolakan Irfan Bachdim hingga dia rela menyaksikan langsung di stadion.

Baca: Suporter Timnas yang Tewas Terkena Petasan Idolakan Irfan Bachdim

"Dia ini pendukung setia timnas dan penggemar berat Irfan Bachdim," kata Nurhasan kepada wartawan di rumah duka, Minggu (3/9/2017).

Sementara itu Agus (44), keluarga almarhum menyebutkan, keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Catur yang tewas dalam tragedi itu.

Hanya saja, dirinya berharap petugas kepolisian bisa meringkus pelaku pelemparan petasan yang
mengakibatkan Catur meninggal.

"Jangan sampai ada korban lain, cukup keponakan saya saja," ujarnya.

Baca: Nasir Djamil Sebut Agus Rahardjo Tak Paham Pembentukan KPK

Menurut Agus, istri Catur masih syok atas kepergian suaminya.

"Meskipun berat, namun mudah-mudahan semuanya ikhlas atas kepergiannya Catur," kata Agus.

Setelah musibah terjadi, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi menemukan beberapa alat bukti di tribun selatan yang digunakan pelaku untuk menembakan suar ke arah korban di tribun timur.

"Ditemukan beberapa cassing hand flare (selongsong suar) dan pengaman roket flare dari tribun belakang gawang (sisi selatan)," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar.

Saat wasit meniup pluit tanda berakhirnya pertandingan, tiba-tiba petasan atau suar yang dilepaskan pelaku di tribun selatan melesat ke arah Catur.

Dengan cepat, api membakar wajah sebelah kiri Catur sampai dia tidak sadarkan diri. Oleh petugas keamanan dan teman-temannya,

Catur dibawa ke RS Mitra Bekasi Barat yang bersebelahan dengan stadion.

Baca: Pelempar Bom Molotov Kedubes Myanmar di Jakarta Diduga Tiga Orang

Namun sayang, Catur keburu tewas karena tidak mampu menahan luka bakar di wajah kirinya.

Hero melanjutkan, dari olah TKP itu polisi menyimpulkan penyebab kematian korban berasal dari roket flare yang ditembakan oleh pelaku. Sampai saat ini, polisi telah memeriksa dua saksi untuk mengusut kasus tersebut.

"Pelakunya belum diamankan, penyidik masih menggali keterangan saksi-saksi di lapangan," kata Hero.

Menurut Hero, benda yang digunakan pelaku adalah jenis suar tangan, bukan petasan seperti yang beredar di masyarakat.

Meski demikian, polisi akan menangkap pelakunya karena aksi tersebut sampai menghilangkam nyawa orang lain.

"Pelakunya akan diproses sebagaimana aturan yang berlaku," jelasnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan