Breaking News:

Pegawai BNN Tewas

Sering Gonta-ganti Mobil, Ternyata Suami Indria Kameswari Seorang Debt Collector

Abdul sering terlihat membawa mobil yang berbeda, baik dari mobil sedan tipe terbaru dan juga mobil MPV model terbaru

Editor: Sanusi
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA
MA, suami Indria Kameswari pegawai BNN Bogor yang tewas tertembak di rumahnya, Jumat (1/9/2017). MA ditangkap di Batam karena diduga menembak istrinya hingga meninggal dunia kehabisan darah. 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Tetangga rumah Indria Kameswari seorang pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN), Eva menceritakan keluarga Indria sempat mengungkapkan kekhawatirannya atas nasib putrinya selama menikah dengan Abdul Malik Azis sejak pertama kali.

Keluarga, ungkap Eva, merasa Abdul Azis bukanlah seorang pria yang baik dan mampu untuk menjalin rumah tangga dengan Indria yang bekerja sebagai Staf Balai Diklat BNN yang terletak di Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu.

Baca: Cekcok Mulut Antara Indria Dengan Suaminya Sering Terjadi dan Kedengaran Hingga Keluar Rumah

“Keluarga sih yang bilang. Mereka sempat khawatir dari awal nikah. Khawatir atas apanya sih saya tidak nanya-nanya ya. Tapi mereka bilangnya, takut kalau kejadian berantem atau nanti bertengkar gitu,” ucap Eva di rumahnya, Bogor, Selasa (5/9).

Diceritakan olehnya, perkenalan keduanya berawal dari media sosial dan kemudian pasangan suami istri itu dikaruniai seorang anak yang baru berusia empat tahun. Abdul Azis juga sempat mengaku kepada keluarga bahwa pernah menempuh pendidikan di Amerika Serikat sebelum meminang Indria.

Tetangga, menurut Eva, baru mengetahui belakangan, ternyata Abdul Azis memiliki profesi sebagai Debt Collector mobil. Pasalnya, selama ini Pak Abdul, begitu sapaan tetangga, jarang pulang ke rumah, hanya terlihat pada akhir pekan.

Baca: Ketakutan Keluarga Sebelum Indria Menikah dan Profesi Sang Suami yang Sering Berganti-ganti Mobil

Saat pulang, Abdul sering terlihat membawa mobil yang berbeda, baik dari mobil sedan tipe terbaru dan juga mobil MPV model terbaru. Beberapa kali terlihat membawa mobil biasa, sehingga tetangga menilai, dia berprofesi sebagai pemilik dealer mobil bekas.

“Setiap minggu mobilnya beda-beda. Kadang Camry, kadang Fortuner, kadang Avanza. Kalau terakhir kemarin itu ya pakai Ertiga sebelum kejadian,” ucapnya.

Sementara sang istri, Indria, hanya memakai motor matic untuk kendaraan sehari-hari. Tidak jarang, dia juga hanya menitipkan motor itu ke Pos Satpam yang berada di depan dan menaiki angkot sampai di tempat kerjanya yang menempuh waktu sekira satu jam dari perumahan River Valley, Bogor.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved