Breaking News:

Profesor Masih Harus Terus Meriset dan Membuat Jurnal Publikasi kata Ali Ghufron

Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti menyatakan jika gelar profesor yang diterima seseor

ist
Pengukuhan Moermahadi Soerja Djanegara, Ketua BPK RI sebagai Guru Besar STIE Kesatuan Bogor, Selasa (6/2/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti menyatakan jika gelar profesor yang diterima seseorang adalah jabatan tertinggi akademik.

Tak lantas bersantai, profesor juga masih harus terus meriset dan membuat jurnal publikasi.

Ali Ghufron mengatakan, menurut Kemenristek No. 20, seorang profesor harus terus berinovasi.

"Dalam aturan tersebut intinya begini, profesor harus terus berkarya dan membuat jurnal," ungkapnya dalam acara pengukuhan Moermahadi Soerja Djanegara, Ketua BPK RI sebagai Guru Besar STIE Kesatuan Bogor, Selasa (6/2/2018).

Jabatan tertinggi ini bukan lantas membuat profesor bisa berleha-leha dan menikmati kedudukannya, melainkan masih harus membuat jurnal untuk publikasi. Ali Ghufron pun menambahkan jika Indonesia memiliki praktisi pendidikan dalam jumlah banyak, namun kurang publikasi.

"Saya sempat bertanya dengan beberapa teman dosen Indonesia di luar negeri. Pertanyaannya hanya satu, apa bedanya dosen di Indonesia dan di luar? Jawabannya rata-rata sama, karena dosen di sini banyak yang mengajar, kurang meneliti," jelasnya.

Kembali ke peraturan Kemenristek, aturan tersebut tak lantas diterima profesor dari banyak universitas, Ia pun menerima banyak protes. Namun, Ia pun menyampaikan jika hasilnya sangat membanggakan.

"Hasilnya, Indonesia punya publikasi terindeks bagus mengalahkan Thailand, setelah 20 tahun lebih kita tak pernah dapat," tambahnya.

Sementara itu, Moermahadi Soerja Djanegara yang ditemui sesuai meraih jabatan Guru Besar pada STIE Kesatuan Bogor mengatakan apa yang akan dilakukan setelah ini.

"Seperti yang Pak Ali Ghufron katakan kita harus terus lakukan penelitian dan pengajaran, membimbing juga bagaimana teman-teman yang ingin meraih doktor atau profesor terus kita bimbing," katanya.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved