Aturan Ganjil Genap

Survei Jelang Sistem Ganjil-Genap, Warga Cibubur Pilih Bawa Mobil dan Berangkat Lebih Pagi

Sebelum melakukan uji coba sistem ganjil-genap di gerbang tol Cibubur 2 pada 16 April 2018, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek telah melakukan

Survei Jelang Sistem Ganjil-Genap, Warga Cibubur Pilih Bawa Mobil dan Berangkat Lebih Pagi
Warta Kota
Jumlah kendaraan golongan I yang berputar balik di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur selama pelaksanaan pelat ganjil-genap, mencapai 253 unit pada Senin (12/3/2018) pagi. Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Jumlah Kendaraan yang Dihalau di Gerbang Tol Saat Ganjil Genap Menurun, http://wartakota.tribunnews.com/2018/03/13/jumlah-kendaraan-yang-dihalau-di-gerbang-tol-saat-ganjil-genap-menurun. Penulis: Fitriyandi Al Fajri Editor: Yaspen Martinus 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebelum melakukan uji coba sistem ganjil-genap di gerbang tol Cibubur 2 pada 16 April 2018, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek telah melakukan survei.

Survei untuk mengetahui tanggapan warga yang tinggal di kawasan Cibubur saat sistem ganjil-genap diujicobakan pada pukul 06.00 WIB-09.00 WIB.

Baca: PN Jaksel Perintahkan KPK Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Century, Ini Respons Sri Mulyani

Dari hasil survei itu menunjukkan 50 persen warga di kawasan itu tetap ingin membawa mobil pribadi menuju ke Jakarta dengan jam keberangkatan lebih pagi.

Kemudian 49,73 persen, menunggu jam pemberlakuan sistem ganjil-genap itu berakhir. Artinya mereka berangkat setelah pukul 09.00 WIB.

"Masyarakat yang mau naik bus ke Jakarta hanya 0,27 persen. Ya tidak apa-apa, artinya kan berbagi bebankan," kata Bambang Prihartono, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), baru-baru ini.

Meski demikian, BPTJ akan menyiapkan bus premium dengan harga tiket Rp 25.000-Rp 35.000.

Rencananya ada penambahan 20 bus tambahan karena di sekitar Cibubur tidak ada kantong parkir atau park and ride seperti di Bekasi yang sudah lebih dulu menerapkan ganjil-genap di ruas tol Cikampek.

Beberapa perusahaan otobus yang sudah menyatakan kesediaanya untuk mendukung paket kebijakan pengurai macet di tol Jagorawi antara lain PO Mayasari Bakti, Big Bird, Lorena, dan Sinar Jaya. Termasuk Transjakarta dan Perum PPD.

Tujuan utama 20 bus premium tambahan tersebut terletak di kawasan perkantoran seperti Sudirman, Kuningan, TB Simatupang, Kelapa Gading dan MH Thamrin.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved