Komite Seni Budaya Nusantara Fokus Promosikan Seni Budaya Nusantara

Seni Budaya Nusantara (KSBN) yang merayakan HUT keduanya di Museum Indonesia TMII, Jakarta menjadi langkah KSBN menyongsong masa depan lebih baik.

Komite Seni Budaya Nusantara Fokus Promosikan Seni Budaya Nusantara
ist
Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim dan Ketua Umum KSBN Hendardji Soepandji (kanan) 

KSBN punya peranan penting dengan terwujudnya event yang dimulai pada September 2019 di Kota Sevilla, Spanyol, dan akan berakhir di kota Tidore, Indonesia pada November 2021.

Selain membantu memprakarsai Kota Tidore dan sejumlah wilayah Maluku Utara sebagai tuan rumah perhelatan peringatan event itu, KSBN juga turut aktif dalam pertemuan-pertemuan internasional GNMC yang membahas peringatan Napak Tilas Magelhaens.

Tercatat KSBN sudah mengikuti tiga agenda meeting GMNC sejak 2018 bersama pemerintah Kota Tidore. Yaitu di Buenos Aires, Santa Cruz, San Antonio, El Calafate di Argentina; Praira, Afrika Barat, dan Sevilla, Spanyol.

Bahkan, pada pertemuan terakhir di Sevilla, delegasi Indonesia yang dipimpin Wali Kota Tidore Capt Ali Ibrahim, datang dengan komposisi lebih besar karena melibatkan beberapa pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Kementerian Luar Negeri.

“Salah satu hasil keputusan meeting terakhir di Sevilla, kami didaulat menjadi tuan rumah meeting GNMC berikutnya. Rencananya itu akan kami gelar pada 24-27 Juli mendatang,” ujar Ketua Umum KSBN Hendardji Soepandji saat peringatan HUT Ke-2 KSBN di Museum TMII, Jakarta Timur, Minggu (10/2).

Menurut mantan Komandan Puspomad tersebut, salah satu agenda dalam pertemuan anggota GNMC di Indonesia nanti adalah seminar internasional di Jakarta yang dikuti para wakil 23 kota dari 12 negara, pada 24 Juli 2019. Bahkan, seminar internasional ini akan langsung ditangani Kementerian Luar Negeri.

Sementara tiga hari berikutnya akan dilakukan meeting dan peninjauan langsung anggota GNMC di Kota Tidore dan kawasan Maluku Utara lain yang akan jadi tuan rumah perhelatan peringatan Napak Tilas Magelhaens pada 2021.

“Jadi, untuk pelaksanaan seminar internasional nanti akan di-lead oleh Kemenlu. Namun, KSBN juga tetap membantu mempersiapkannya,” tegas Hendardji.

Hendardji menegaskan pentingnya persiapan peringatan Napak Tilas Magelhaens 2019-2021 karena ini menyangkut sejarah besar bangsa Indonesia.

Salah satunya, di masa lalu Indonesia adalah pusat rempah-rempah terbesar yang masuk dalam perdagangan dunia, karena itu kawasan Indonesia menjadi rebutan bangsa-bangsa Eropa.

Halaman
123
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved