Erwin Ingatkan Warga Jaktim Waspadai Kampanye Hitam yang Rongrong NKRI

Dan itu dibuktikan dengan sudah dipidananya sekitar 50 caleg oleh karena pelanggaran pidana pemilu.

Erwin Ingatkan Warga Jaktim Waspadai Kampanye Hitam yang Rongrong NKRI
Ist/Tribunnews.com
Caleg DPR RI Dapil Jaktim nomor urut dua, Erwin Ricardo disambut antusias warga Cipinang Besar Selatan saat mengedukasi konstituen untuk memilih pemimpin yang bersih, berintegritas, dan berkualitas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Senior Golkar Erwin Ricardo Silalahi meminta aparat Kepolisian bertindak cepat, tegas dan tuntas dalam mengusut, mengungkap dan menangkap aktor intelektual di balik kampanye hitam yang merugikan paslon presiden dan wapres nomor 01.

Ajakan untuk tidak memilih Jokowi-Amin dengan cara-cara yang tidak bermartabat dan bertentangan dengan hukum, sebelumnya dilakukan oleh tiga orang emak di Karawang, Jawa Barat.

Erwin Ricardo mensinyalir gerakan yang menebar teror mental, menimbulkan keresahan dan ketakutan warga serta mengganggu sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara adalah bentuk pergerakan kekuatan yang anti Pancasila yang bertujuan merongrong NKRI yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Gerakan ini makin massif dan sistematis jelang 1,5 bulan hari pencoblosan. Ini yang harus ditindak cepat dan tegas oleh Kepolisian karena juga sudah mulai dilakukan di wilayah Ibu Kota," ujar Erwin Ricardo yang juga Caleg DPR RI Dapil Jakarta Timur (Jakarta Timur) disela-sela temu warga di Cipinang Besar Selatan, Jumat (1/3/2019).

Baca: Presiden Jokowi: NU Terdepan Jaga Keutuhan NKRI

Kepada konstituen saat blusukan di Kecamatan Jatinegara yakni Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Cipinang Besar Utara, Cipinang Muara, Rawa Bunga, Erwin meminta warga untuk cerdas berpikir dan bertindak merespon upaya-upaya yang akan mencederai proses demokratisasi pemilu dengan cara-cara yang tidak bertanggung jawab.

"Saya berharap warga Jaktim cerdas memilih dan memilah informasi yang tidak merugikan paslon, khususnya Jokowi-Amin. Ini karena keduanya adalah pasangan pemimpin yang terbaik untuk negeri ini. Jadi tidak alasan untuk tidak memilih paslon nomor 01," jelasnya.

Jokowi selama 4 tahun memimpin negeri ini sudah banyak perubahan dan perkembangan yang siginifikan, mulai dari pembangunan fisik, berupa infrastruktur, prasarana-sarana, perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik.

Erwin menegaskan memilih Jokowi adalah harga mati untuk memastikan kesinambungan dan kelangsungan bangsa Indonesia ke depan berdasarkan Pancasila.

Untuk itu dalam pemilu serentak untuk pertama kali dilaksanakan dalam sejarah politik nasional ini, Waketum Depinas SOKSI ini mengingatkan agar rakyat memilih calon-calon legislatif dan pemimpin nasional yang berkualitas.

"Memilih dan memastikan anggota parlemen yang bersih, berkualitas, berkarakter dan berintegritas diperlukan untuk mengawal kepemimpinan Jokowi-Amin pada 2019-2024 untuk menyelesaikan problematika bangsa ke depan yang makin berat dan kompleks. Tantangan ke depan, bukan hanya masalah ekonomi akibat dinamika global tetapi juga ancaman desintegrasi bangsa yang diakibatkan oleh pengaruh kekuatan negara-negara kapitalis yang ingin menguasai sumber daya alam (SDA) bangsa Indonesia," ungkap Erwin.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved