Pembunuh Bayaran Aksi 22 Mei Tinggal di Rumah Sempit dan Sulit Bayar Uang Kontrakan

Salah satu pembunuh bayaran aksi 22 Mei yang merupakan mantan anggota TNI ternyata tinggal di rumah kontrakan sempit dan sulit bayar kontrakan.

Pembunuh Bayaran Aksi 22 Mei Tinggal di Rumah Sempit dan Sulit Bayar Uang Kontrakan
Kompas.com/Dhemas Reviyanto
Tinggal di Rumah Kontrakan Seluas 18 Meter Persegi, Istri IR Mengaku Tak Tahu Jika Suaminya Jadi Pembunuh Bayaran Aksi 22 Mei (Menko Polhukam Wiranto didampingi Kapolri Tito Karnavian) 

TRIBUNNEWS.COM - Tak banyak yang tahu jika salah satu pembunuh bayaran aksi 22 Mei yaitu IR, tinggal di rumah kontrakan seluas 18 meter persegi.

IR yang merupakan mantan anggota TNI mejadi pembunuh bayaran aksi 22 Mei dengan imbalan sebesar Rp 5 juta.

Namun, istri IR mengaku tak tahu menahu jika sang suami jadi pembunuh bayaran aksi 22 Mei.

Seperti yang disiarkan Kompas TV sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal telah melaporkan adanya penangkapan enam tersangka perusuh aksi 22 Mei.

Salah satu dari enam tersangka pembunuh bayaran 22 Mei adalah IR, desertir TNI yang mendapat imbalan Rp 5 juta untuk pekerjaannya itu.

"Diperintahkan untuk mengeksekusi dan tersangka IR sudah mendapat uang sebesar Rp 5 juta," terang Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal.

Namun siapa sangka, ternyata mantan TNI yang menyimpan senjata api untuk menjadi eksekutor di aksi 22 Mei itu tinggal di rumah kontrakan yang sempit.

IR (45), sang istri yang bernama Angel (28), dan kedua anaknya tinggal di rumah kontrakan berukuran 3 meter x 6 meter.

Baca Selengkapnya

Penulis: Grid Network
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved