Pihak Kelurahan Petogogan Bantah Soal Ormas Minta THR di Wilayahnya

Pihak Kelurahan Petogogan membantah ada ormas meminta THR. Apalagi dikabarkan sampai terlibat cekcok.

Pihak Kelurahan Petogogan Bantah Soal Ormas Minta THR di Wilayahnya
TRIBUN JAKARTA/ANNAS FURQON
Kantor Kelurahan Petogogan di Jalan Wijaya Timur Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan Petogogan, Musliar Z Djamil, mengatakan tidak benar ada ormas yang meminta tunjangan hari raya di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Musliar saat mediasi yang dihadiri wartawan Tribunnews.com, TribunJakarta.com, dan Kompas.com dengan perwakilan ormas.

Mediasi yang berlangsung pada Senin (3/6/2019) siang, bertempat di ruang lurah dan turut dihadiri Lurah Petogogan Sarwanto, disaksikan Babinsa dan Bhabimkabtimbas Petogogan.

"Tidak benar ada ormas seperti yang diberitakan sebelumnya. Tidak ada cekcok keributan karena meminta THR, " ungkap Musliar saat mediasi berlangsung.

Pernyataan Musliar dan berdasar hasil mediasi dengan elemen terkait sekaligus meluruskan berita yang tayang di TribunJakarta.com dan Tribunnews.com sebelumnya.

Musliar memastikan, saat kejadian Kamis (30/5/2019), ormas yang datang hanya bersilaturahmi. Ormas tersebut selama ini bergerak di sosial kemasyarakatan.

Menurut Musliar, ormas di wilayahnya aktif di masyarakat dengan rutin mengadakan santunan anak yatim dan buka bersama dengan warga Petogogan selama Ramadan.

"Semoga pertemuan ini menjadi berkah buat kita dan semakin mempererat silaturahmi. Hikmah dari ini kita jadi bisa bertemu satu sama lain. Jadi masalahnya sudah clear, " ucap Musliar.

Editor: Y Gustaman
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved