Sabtu, 25 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Orangtua Murid di Bekasi Larang Anak Konsumsi MBG, Lebih Baik Bawa dari Rumah

Orangtua dari siswa SD Swasta di kawasan Kecamatan Bekasi Timur melarang keras putranya mengonsumsi MBG sejak awal mendapatkan jatah.

Editor: Erik S
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI DAPUR MBG - Sejumlah kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) di berbagai wilayah di Indonesia membuat orangtua mulai khawatir sehingga melarang anak konsumsi MBG 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Sejumlah kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) di berbagai wilayah di Indonesia membuat orangtua mulai khawatir

Sejumlah orangtua murid di Kota Bekasi, Jawa Barat menolak pendistribusian MBG di sekolah.

"Saya salah satu orangtua yang menolak MBG sebenarnya, karena ngeliat dari sosmed, tetangga cerita segala macam itu banyak keracunan, jadi saya orangtua yang menolak adanya ngasih makan MBG ke anak saya," kata Orangtua murid berinisial AB, Selasa (30/9/2025) siang.

Baca juga: Cerita Ibu di Jakarta Timur Merasa Bersalah Jatah MBG Anaknya Kerap Terbuang, Ini Alasannya

Orangtua dari siswa SD Swasta di kawasan Kecamatan Bekasi Timur kelas satu, FY (7) itu menjelaskan, kalau ia melarang keras putranya mengonsumsi MBG sejak awal mendapatkan jatah.

Atau persisnya sudah sejak lebih kurang tiga minggu lalu pertama pendistribusian MBG di sekolah tersebut.

"Saya larang dari awal, biarin aja teman-temannya ngomong apa, tetap saya larang," jelasnya.

AB menuturkan penolakan disampaikannya ketika guru di sekolah itu meminta izin kepadanya memberikan MBG.

Sebab FY selalu dibuatkan bekal makanan oleh ibu dari rumah sebagai ganti MBG.

"Jadi saya lebih baik bawakan makanan anak saya dari rumah, jadi liat temennya makan anak saya juga tetap makan, tapi bawa dari rumah yang disiapin oleh istri saya," tuturnya.

AB menyampaikan penolakan untuk anak mengonsumsi MBG itu diduga tidak hanya dilakukan dirinya, namun juga beberapa orangtua lainnya.

Selain karena kekhawatiran keracunan, AB dan beberapa diduga orangtua lainnya menilai kalau pemerintah diyakini tidak akan bertanggung jawab jika hal terpahit menimpa anaknya pasca konsumsi MBG.

Baca juga: Guru di Jakarta Keberatan Sekolah Harus Ganti Rugi Ompreng MBG yang Hilang

"Ada berapa, tapi pastinya satu kelas itu saya belom tahu, yang pasti ada menolak dikasih MBG, alasannya sama, nanti kalau kenapa-napa emangnya ada tanggung jawab dari sekolah atau pemerintah, kan tidak ada," ucapnya.

Dandim Tegaskan MBG Aman

Berkaitan dengan hal itu, sebelumnya Komandan Kodim (Dandim) 0507 Bekasi, Letkol Arm Krisrantau Hermawan tegaskan tidak ada penerima MBG di wilayahnya bertugas yang keracunan.

Perwira menengah (Pamen) TNI AD itu memastikan usai mendapat informasi dari grup bersama 56 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kota Bekasi.

"Alhamdulillah di kota Bekasi ini belum ada terjadi seperti itu," kata Krisrantau.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved