Pembunuhan di Bekasi

Sambil Menangis, Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Mengaku Sempat Cium Kening Dua Keponakannya

Momen ketika dia mengecup kening dua orang anak tidak berdosa itu terjadi usai ia menghabisi nyawa keduanya.

Sambil Menangis, Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Mengaku Sempat Cium Kening Dua Keponakannya
Yusuf Bachtiar/Tribun Jakarta
Terdakwa Haris Simamora usai sidang di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (8/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI SELATAN - Terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora mengaku sempat mencium kening dua orang ponakannya yang dia bunuh Sarah dan Arya Nainggolan.

Hal ini dia ungkapkan saat membacakan nota pembelaan di sidang pembacaan pledoi yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bekasi, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (24/6/2019).

"Saya masuk ke dalam kamar dan melihat dua orang ponakan saya, saya menangis dan mencium kening ponakan saya Sarah dan Arya," kata Haris saat menceritakan kronologis kejadian pembunuhan di nota pembelaannya.

Momen ketika dia mengecup kening dua orang anak tidak berdosa itu terjadi usai ia menghabisi nyawa keduanya.

Haris menjelaskan, ia mulanya menghabisi nyawa kedua orangtua Sarah dan Arya, Daperum Nainggolan dan Maya Boru Ambarita.

Daperum dan Maya dibunuh dengan cara dipukul lalu ditusuk leher keduanya menggunakan linggis. Akibat kegaduhan itu, dua orang anaknya keluar dari dalam kamar dan menanyakan ke Haris apa yang sedang terjadi dengan kedua orangtuanya.

"Mamah sedang sakit kamu masuk ke kamar saja besok sekolah, tapi mereka tidak mau masuk dan bertanya begitu lagi, saya langsung bentak mereka dan membawa mereka ke kamar dan mencekik kedua ponakan saya Sarah dan Arya," tutur Hari saat membacakan nota pembelaan.

Haris mengaku telah menyesali perbuatannya, bahkan detik-detik setelah dia menghabisi nyawa satu keluarga itu dia sempat menangis dan duduk termenung.

"Saya berpikir saya menangis dan masuk ke dalam kamar lihat keponkan saya, saya baru saja melakuan perbuatan terkutuk, lalau saya keluar dari dalam kamar saya duduk di sofa ruang tengah menangis sambil menutup wajah kakak dan abang sayang (Daperum dan Maya) memggunakan bantal," paparnya.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved