Soal Pembongkaran Getah Getih di Bundarah HI, Anggota DPRD DKI Sebut Mubazir

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, instalasi bambu yang terpasang di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat menjadi mubazir

Soal Pembongkaran Getah Getih di Bundarah HI, Anggota DPRD DKI Sebut Mubazir
Capture Instagram @Aniesbaswedan
Getah Getih Seni Kreasi Bambu di Jakarta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembongkaran instalasi bambu yang dinamakan Getah Getih dikritik dari DPRD DKI Jakarta.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, instalasi bambu yang terpasang di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat menjadi mubazir.

Baca: Dilaporkan Kemenkumham ke Polisi, Reaksi Wali Kota Tangerang : Saya Siap Diberhentikan

Petugas Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat mengganti tanaman yang rusak di sekitar instalasi bambu Getah Getih, Jakarta, Minggu (23/6/2019). Perbaikan tersebut dilakukan karena tanaman hias di kawasan tersebut rusak akibat terinjak warga saat menghadiri perayaan HUT Jakarta ke-492, Sabtu (22/6). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat mengganti tanaman yang rusak di sekitar instalasi bambu Getah Getih, Jakarta, Minggu (23/6/2019). Perbaikan tersebut dilakukan karena tanaman hias di kawasan tersebut rusak akibat terinjak warga saat menghadiri perayaan HUT Jakarta ke-492, Sabtu (22/6). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Pasalnya, kurang dari satu tahun terpasang instalasi dari anyaman bambu senilai Rp 550 juta tersebut sudah dibongkar.

"Yang pertama mubazir, yang kedua dulu kan pernah kita pertanyakan katanya kan tahan lama karena ada dia punya alat untuk membuat bambu tahan lama gitu loh. Itu awal yang kita denger seperti itu," kata Gembong saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2019).

Instalasi seni tersebut, merupakan karya seniman ternama Joko Avianto yang sebelumnya dipasang untuk menyambut perhelatan Asian Games 2018 lalu.

11 bulan terpasang, karya seni anyaman dari ribuan bambu itu dibongkar.

Gembong pun mengaku mengapresiasi karya seni tersebut yang tujuannya untuk mempercantik Jakarta saat ada perhelatan internasional kala itu.

Baca: Seputar Pembongkaran Getah Getih : Penjelasan Pemprov DKI Hingga Anggota DPRD Merasa Dibohongi

"Karena barang seni, maka waktu itu oke saja kita apresiasi. Tapi kalau faktanya sekarang sudah dibongkar (11 bilan) artinya fakta apa yang sekarang disampaikan tidak sesuai," kata Gembong.

"Kedepannya, harus hati-hati kan duit rakyat tidak sedikit. Bahwa saat itu kita berikan apresiasi kepada gubernur untuk menghidupkan kreatifitas seni untuk ditampilkan di DKI ya, tapi harus proporsional juga. Jadi karena seniman perlu diapresiasi diberikan ruang juga. Cuma dalam pemilihan konten faktor utama bisa menampilkan yang betul-betul baik, itu saja," pungkasnya.

Tanggapan Pemprov DKI

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved