MRKB Berharap Pemindahan Ibukota Negara Terealisasi

Wacana Pemerintah Pusat RI untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke luar Pulau Jawa kini telah menjadi isu nasional yang terus menggelinding.

MRKB Berharap Pemindahan Ibukota Negara Terealisasi
ist
Mohammad Djailani (kanan) menyerahkan pernyataan sikap MRKB kepada Gubernur Kaltim Isran Noor (kedua dari kiri) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana Pemerintah Pusat RI untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke luar Pulau Jawa kini telah menjadi isu nasional yang terus menggelinding.

Namun, seberapa serius untuk memindahkan ibukota negara, itulah yang saat ini dipertanyakan masyarakat.

Salah satu yang mempertanyakan keseriusan Presiden Jokowi datang dari Majelis Rakyat Kaltim Berdaulat (MRKB).

Melalui Ketua Umumnya, Mohammad Djailani, MRKB berharap apa yang dilontarkan Presiden Jokowi bukanlah sekadar wacana belaka.

Presiden Jokowi bahkan sudah melakukan peninjauan langsung ke Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Barat yang digadang-gadang bakal menjadi calon ibukota negara yang
baru.

"Kami berharap rencana pemindahan ibukota negara ini bukan sekadar wacana. Tapi, Presiden Jokowi sebaiknya fokus dan serius untuk merealisasikan pemindahan ibukota negara," ungkap Mohammad Djailani, Rabu (14/8).

Untuk itu MRKB lewat pernyataan sikapnya, siap mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk memindahkan ibukota negara.

Selain itu MRKB juga merekomendasikan Provinsi Kaltim sebagai ibukota negara RI yang baru.

Lanjut Djailani yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Kaltim beberapa tahun lalu, jika Pemerintah Pusat memang serius memindahkan ibukota negara maka pada Kabinet Indonesia Kerja periode 2019-2024 disarankan Presiden Jokowi menunjuk Menteri Negara Khusus yang tugasnya fokus mengurus percepatan perpindahan ibukota negara.

Sekiranya Presiden Jokowi akhirnya memilih Provinsi Kaltim sebagai ibukota negara yang baru, MRKB juga siap untuk melakukan pendampingan dalam percepatan pembangunan ibukota negara yang baru, seperti menyiapkan sumber daya manusia, perencanaan tata ruang, serta pengelolaan lingkungan.

MRKB pun sudah merekomendasikan tujuh tokoh putra daerah Provinsi Kaltim yang siap membantu Presiden Jokowi untuk melakukan percepatan perpindahan ibukota negara.

Mereka masing-masing, DR.Ir.H.Irianto Lambrie, M.Si (Gubernur Prov Kaltara dan mantan Sekda Prov Kaltim), DR.Ir.H.Isran Noor, M.Si (Gubernur Prov Kaltim), DR.Ir.Hj.Hetifa Syaifudian, MPP (Wakil Ketua Komisi X DPR RI/Ketua DPP Partai Golkar Bidang Perberdayaan Perempuan), Prof DR.Masjaya, M.Si (Rektor Universitas Mulawarman), H.Rudy Mas'ud, SE (Anggota DPR RI Terpilih 2019-2024 dari Partai Golkar), DR.Ismail Thomas, SH (Anggota DPR RI Terpilih 2019-2024 dari PDIP), serta DR.Martin Billa, MM (Anggota DPD RI Terpilih 2019-2024 Dapil Kalimantan Utara).

"Ketujuh nama tersebut merupakan tokoh-tokoh yang telah diinventarisir oleh MRKB dari sejumlah tokoh terbaik asal Kaltim. Namun sekiranya Presiden Jokowi memiliki pilihan sendiri tentu menjadi hak prerogatif beliau sebagai presiden. Kendati begitu, MRKB tetap berharap tokoh yang dipilih Presiden Jokowi adalah putra daerah asli Kalimantan Timur," jelas Mohammad Djailani, yang bergelar Raden Tumenggung dari Kesultanan Kutai Tenggarong.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved