Kata Warga soal Nyanyian Wali Kota Depok di Lampu Merah: Ada yang Bilang Bikin Pusing Hingga Lucu
Pantauan Kompas.com di lokasi pada Senin (2/9/2019), saat lampu lalu lintas mulai merah terdengar pesan-pesan tata tertib lalu lintas
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
Menurut Rosyid, lebih menguntungkan apabila Depok menggunakan proyektor untuk menampilkan iklan-iklan komersil.
“Kayak di Rawamangun saya pernah lihat proyektor gede gitu, isinya iklan. Itu lebih bagus deh ditonton, malah Depok jadi banyak pemasukan iklan," kata Rosyid.
Sama halnya Helmi Buskara.
Pekerja bengkel di kawasan itu menyebut lagu "Hati-hati" nyanyian Idris menggangu konsentrasinya bekerja.
Sebab, ada tiga speaker yang memperdengarkan lagu itu dengan nyaring.
Ia juga menilai suara Idris sember dan tak enak didengar.
"Saya harus jujur kan ya, iya enggak enak lagunya. Apalagi kalau banyak kerjaan terus lagi enggak ada uang, jadi bikin tambah pusing," katanya.
Ia menyarankan, lagu "Hati-hati" yang diputar di lampu merah itu tidak diputar secara terus menerus.
"Jadi harusnya ada jeda deh, soalnya kan jadwalnya dua jam ya, ini diputar terus-menerus gitu, kita kan yang dengar pusing ya," ujar Helmi.
Beda halnya dengan Risma Hutauruk.
Ia mengatakan bahwa lagu yang dinyanyikan Wali Kota Depok lucu dan menghibur.
Sebab lagunya melestarikan budaya Betawi yang menjadi ciri khas warga Depok.
"Lucu lagunya, melestarikan budaya Betawi juga. Suaranya bener-bener khas," ucap Risma.
Risma mengaku tak terganggu dengan pemutaran lagu "Hati-hati" yang dinyanyikan Wali Kota Depok itu.
"Saya aja jadi inget lagunya, 'hati-hati di jalanan jangan ugal-ugalan'," ucapnya sembari bernyanyi.