Polri Sebut 4 Korban Kecelakaan Maut Tol Cipularang Diketemukan di Tiga Kendaraan Berbeda

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan keempat korban tersebut diduga berada dalam tiga mobil dengan kondisi terbakar habi

Polri Sebut 4 Korban Kecelakaan Maut Tol Cipularang Diketemukan di Tiga Kendaraan Berbeda
KOMPAS/MELATI MEWANGI
Warga melihat sisa-sisa kendaraan yang hangus terbakar dalam kecelakaan beruntun di ruas Jalan Tol Cipularang Km 91, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019), Kecelakaan ini melibatkan 21 kendaraan dan menyebabkan sedikitnya 8 orang tewas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat korban kecelakaan maut Tol Cipularang yang masih belum diketahui identitasnya, disebut berada dalam tiga mobil berbeda.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan keempat korban tersebut diduga berada dalam tiga mobil dengan kondisi terbakar habis.

"Adapun untuk jenazah ini keempatnya ada di 3 kendaraan. Kendaraan pertama Daihatsu Ayla itu sudah diidentifikasi milik rental dengan nopol B 1802 PYQ. Diduga diketemukan 2 jenazah perempuan (di mobil tersebut)," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019).

Sementara jenazah ketiga, kata dia, berada di mobil Toyota Rush dengan nomor polisi D 1268 AHK. Kemudian, jenazah keempat diduga berada dalam kendaraan jenis Mazda dengan nomor polisi D 1411 AT.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan bahwa kesulitan identifikasi berawal dari evakuasi jenazah di lapangan yang tak dipisah berdasarkan masing-masing kendaraan.

Menurutnya, hal itu wajar lantaran tim evakuasi harus cepat dalam mengevakuasi korban demi memulihkan arus lalu lintas di Tol Cipularang pula.

Baca: Gaya Kivlan Zen Saat Sidang Pembacaan Dakwaan

"Pada saat mengevakuasi jenazah ini, tim di lapangan langsung menjadikan satu untuk percepatan evakuasi korban dan percepatan pemulihan arus lalu lintas," kata dia.

"Sehingga perlu pendalaman lagi terhadap jenazah di 3 kendaraan tersebut. Harus betul-betul dikroscek kembali dengan pihak keluarga atau antemortem betul yang ada, kemudian cek DNA-nya," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved