Nenek Gendong Jasad Cucunya Jalan Kaki, Kenneth Geram Atas Sikap Pihak Puskesmas Cilincing

Nenek Dian menggendong jasad cucunya setelah lahir prematur di Puskesmas Kecamatan Cilincing, dari janin anaknya berinisial IN (16).

Nenek Gendong Jasad Cucunya Jalan Kaki, Kenneth Geram Atas Sikap Pihak Puskesmas Cilincing
Ist/Tribunnews.com
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengapresiasi salah satu anggota Polres Jakarta Utara yang menolong Dian Islami Yati (36), saat berjalan kaki sambil menggendong jasad bayi di Jalan Akses Marunda, Cilincing Jakarta Utara.

Diketahui, Nenek Dian menggendong jasad cucunya setelah lahir prematur di Puskesmas Kecamatan Cilincing, dari janin anaknya berinisial IN (16).

"Saya mengapresiasi aksi tanggap Pak Aiptu Wayan Putu, anggota polisi yang menolong Ibu Dian, disaat berjalan kaki sambil menggendong jasad cucunya itu," kata Kenneth dalam keterangannya, Rabu (18/9/2019).

Namun, Kent-sapaan akrab Hardiyanto Kenneth- itu menyayangkan sikap pihak Puskesmas Kecamatan Cilincing yang telah menelantarkan Nenek Dian dengan berdalih harus menyelesaikan administrasi kematian.

"Tidak berprikemanusiaan sama sekali pihak Puskesmas, orang sudah meninggal masih saja diminta untuk mengurus administrasi yang berbelit-belit," tegas Kent.

Baca: Kronologis Wanita di Cilincing Gendong Jenazah Cucunya di Pinggir Jalan

Kent pun menegaskan, jika keadaan darurat seperti hal tersebut untuk mengurusi administrasi yang berbelit-belit bisa dikerjakan setelahnya.

"Tak perlu lah mengurusi administrasi yang berbelit-belit, karena Ibu Dian ingin segera menguburkan cucunya, kasihan kalau menunggu dua jam lamanya hanya untuk mengurus administrasi.ini menyangkut masalah kemanusiaan,tolonglah agak fleksibel sedikit dalam hal pelayanan.” sambungnya.

Kent pun berharap, agar Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan evaluasi terhadap sejumlah Puskesmas maupun rumah sakit di Jakarta agar tidak mempersulit warga disaat keadaan darurat, terutama dalam hal administrasi.

"Dinkes Jakarta harus segera mengadakan evaluasi, jangan mempersulit warga Jakarta yang tertimpa musibah," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing, Edison Saputra mengatakan, pihaknya telah menawarkan Dian Islamiyati untuk menggunakan mobil jenazah.

Namun standar operasional puskesmas menyatakan bahwa mobil jenazah bisa diberikan setelah pasien mengurusi surat-surat kematian.

Setelah itu, pasien juga mesti menunggu mobil jenazah yang tersedia selama dua jam. Mobil jenazah tidak tersedia di Puskesmas Kecamatan Cilincing tidak tersedia karena pengurusannya berada di Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved