Ali Mochtar: di Era Digital Arus Informasi Tak Terbendung dan Banyak Informasi yang Salah

Staf Khusus Presiden, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan untuk membangun bangsa yang kuat, generasi milenial harus disiapkan menghadapi masa depan Indone

Ali Mochtar: di Era Digital Arus Informasi Tak Terbendung dan Banyak Informasi yang Salah
dok. Kemenpora
Suasana kegiatan Pemuda Mengkaji dengan tajuk Millenial Bersatu Indonesia Maju di Shopping Avenue, Jakarta, Sabtu (5/10/2019) sore 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan untuk membangun bangsa yang kuat, generasi milenial harus disiapkan menghadapi masa depan Indonesia.

"Kepercayaan, moral, pengetahuan, harus dimiliki oleh generasi muda bangsa ini. Karena legacy bagi negara ialah negara yang mampu menyiapkan generasi mudanya," ungkap Ali Mochtar Ngabalin diacara kegiatan 'Pemuda Mengkaji' dengan tajuk 'Millenial Bersatu Indonesia Maju' yang diadakan Kemenpora di Shopping Avenue, Sabtu (5/10/2019).

Namun diakuinya di tengah era digital, arus informasi menjadi tak terbendung dan banyak informasi yang salah, akhirnya keluar masuk tanpa filter. Akibatnya, provokasi mudah terjadi.

Apabila sudah terjadi provokasi, lanjut dia, maka masyarakat terutama anak muda akan mudah dibenturkan dan diadu domba. Salah satu pemicunya, ialah tak mampu menyaring segala informasi yang masuk via media sosial.

"Media sosial, ini tak bisa dipertanggung jawabkan. Beda dengan media mainstream. Untuk itu, yang harus menjaga ialah dirinya sendiri. Maka sebisa mungkin, harus bisa konfirmasi atau check and recheck," jelas Ali Mochtar Ngabalin.

Untuk menjaga persatuan, dikatakannya teknologi infmasi harus dimanfaatkan dengan maksimal.

Pembicara lain dalam kegiatan ini ialah Asiten Deputi Kemenpora, Abdul Rafur.

Sejalan dengan Ali Mochtar Ngabalin, Abdul Rafur menegaskan bahwa generasi milenial harusnya mampu lebih pintar dalam menerima informasi.

"Peradaban manusia diukur dari pengetahuan, dan itu dari membaca buku. Jadi dengan banyak membaca, kita lebih bisa lebih mudah melakukan filterisasi," kata Abdul Rafur.

Terkait millenial Indonesia, dia meminta agar jangan mudah kena berita hoaks yang menyebar begitu cepat.

"Ini yang harus diantisipasi, kita periksa informasinya. Anak muda harus cerdas, harus banyak membaca menambah literasinya, tak malu melakukan konfirmasi cepat sehingga bisa mudah mengerti. Generasi millenial harus selektif dan berpikir maju," jelasnya.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved