Basement Gedung Pelni Kebakaran, Diduga Ada Korsleting Listrik

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan titik kebakaran berasal dari ruang basement gedung.

Basement Gedung Pelni Kebakaran, Diduga Ada Korsleting Listrik
NTUC Income
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebakaran sempat terjadi di Gedung PT Pelni (Persero) di Petojo Utara, Jakarta Pusat pada Sabtu. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (13/10/2019) pukul 00.40 WIB.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan titik kebakaran berasal dari ruang basement gedung.

Menurutnya, pasca pelaksanaan pendinginan dan pengeluaran asap, ruang basement ditutup guna pelaksanaan investigasi.

Baca: Tiga Kapal KM Gandha Nusantara Diuji Coba di Bitung dan Manado

Baca: Tanggapan Fakhri Husaini Usai Timnas U-19 Indonesia Bermain Imbang di Laga Uji Coba

"Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dengan bantuan dari dinas pemadam kebakaran Jakarta Pusat. Api membakar sebagian ruang basement kantor Pelni dan tidak merambat ke bagian yang lainnya," kata Yahya dalam keterangannya, Minggu (13/10/2019).

Dia menjelaskan, api muncul sekitar pada Sabtu (12/10/2019) pukul 22.55 WIB. Adapun dugaan sementara penyebab kebakaran adalah akibat hubungan arus pendek listrik di ruang basement.

Baca: Pelatih Veteran Vietnam Sebut The Golden Stars Bakal Sulit Kalahkan Timnas Indonesia

"Tim investigasi dari Pelni juga masih mencari tahu penyebab pastinya," jelas Yahya.

"Kami pastikan bahwa tidak terdapat korban jiwa ataupun luka pada insiden ini," tambahnya.

Yahya memastikan, insiden tersebut juga tidak akan mengganggu kegiatan perkantoran dan juga pelayanan penjualan tiket kapal yang ada di kantor Pelni maupun seluruh Indonesia. Sebagai informasi bahwa center server berada di Gedung Pelni (Persero).

"Kami pastikan penjualan tiket baik itu di kantor kami maupun di seluruh Indonesia tetap berjalan aman. Insiden ini juga tidak akan mengganggu jalannya jual-beli tiket pada hari ini dan senin besok (14/10)," ungkapnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved