Pengamat Kritisi Keberadaan Skuter Listrik di Jakarta, Regulasinya Belum Jelas

"Ini banyak digunakan, karena sewanya murah. Orang jadi pada coba semua. Cuma regulasi kecepatannya tak diatur," kata Djoko

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Skuter listrik (GrabWheels) terparkir di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Transportasi, Djoko Setijwarno mengkritisi penggunaan skuter listrik di Jakarta.

Selain harga sewa yang murah, skuter listrik yang sedang tren ini tak memiliki regulasi yang tegas soal kecepatan.

Baca: Curhat Kuli Bangunan Nunggak Pajak Rolls Royce: Seumur Hidup Saya Belum Pernah Lihat Mobil Itu

"Ini banyak digunakan, karena sewanya murah. Orang jadi pada coba semua. Cuma regulasi kecepatannya tak diatur," kata Djoko saat dihubungi wartawan, Rabu (20/11/2019).

Djoko mengatakan, pemerintah harus jeli dalam membuat aturan terkait skuter listrik 

Misalnya, lanjut dia, membatasi kecepatan skuter listrik maksimal 15 kilometer per jam.

Lalu, mewajibkan ruang mana saja yang boleh dan tidak boleh digunakan.

Jika ingin menggunakan ruang jalur sepeda, Djoko mengatakan perlu adanya sanksi tegas untuk kendaraan selain sepeda atau skuter listrik yang memasuki jalur tersebut.

Sebab saat ini, jalur sepeda yang terdapat di jalan ibu kota tidak jelas regulasi dan faktor keamanannya.

"Itu juga tak jelas. Mau dikasih karpet doang, ya tak mempan. Karena selama jalur sepeda tak terpisah, ya agak berat," ucap Djoko.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved