Wagub DKI Jakarta

Jelang 2020, Gerindra dan PKS Masih Belum Sepakati Siapa yang Berhak Jadi Wagub DKI

Hingga kini, dia masih beranggapan dua nama itu masih layak mengikuti pemilihan Cawagub DKI oleh DPRD DKI.

Jelang 2020, Gerindra dan PKS Masih Belum Sepakati Siapa yang Berhak Jadi Wagub DKI
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik (kedua kiri) dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo (kedua kanan) saat melakukan konferensi pers di kantor DPD Gerindra DKI, Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018). Mereka sepakat Kursi wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno akan diserahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera ( PKS). Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polemik soal posisi wakil gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno mulai ramai lagi jelang tahun baru 2020.

Hampir setahun, kursi wagub DKI telah kosong.

Fraksi Gerindra dan PKS di DPRD DKI sama-sama mengklaim berhak mengisi posisi wagub DKI dengan pilihan masing-masing.

Meski Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta telah mengajukan empat nama menjadi kandidat Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta.

Namun Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta tetap kekeh dua nama kadernya bakal menempati kursi Wagub DKI.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohamad Arifin mengatakan, lembaganya belum mendapat informasi dari tingkat DPP PKS ihwal penggantian dua nama kadernya yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Baca: Kata-kata Mutiara Selamat Tahun Baru 2020, Cocok untuk Update Status FB, WhatsApp, Twitter dan IG

Baca: Dikabarkan Sudah Deal dengan Bhayangkara FC, Makan Konate Batal Merapat, Faktor Persib Bandung?

Politikus PKS Tifatul Sembiring berkomentar di twitter.
Politikus PKS Tifatul Sembiring berkomentar di twitter.

 

Hingga kini, dia masih beranggapan dua nama itu masih layak mengikuti pemilihan Cawagub DKI oleh DPRD DKI.

“Kami belum dapat informasi dari DPP bahwa dua nama itu akan dianulir. Belum ada informasi seperti itu. Jadi bagi kami di Fraksi PKS masih menganggap dua nama yang lama,” kata Arifin saat ditemui di DPRD DKI Jakarta pada Senin (30/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Arifin juga belum mengetahui kesepakatan yang terjalin antar dua petinggi partai koalisi yakni PKS dan Gerindra.

Namun demikian, dia sempat mendengar kabar ada upaya lobi politik yang dilakukan Gerindra kepada PKS soal kandidat Cawagub DKI Jakarta.

“Dari yang kami pahami memang itu ada lobi-lobi dari Gerindra kepada PKS supaya satu-satu (masing-masing partai usul satu nama). Tetapi kami (Fraksi PKS) masih berpegang kepada kesepakatan awal bahwa itu diserahkan kepada PKS,” ujar Arifin.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved