Rabu, 3 Juni 2026

Banjir di Jakarta

Soal Solusi Banjir Jakarta, Anies Baswedan Tanggapi Sindiran Menteri Basuki: Mohon Maaf Pak Menteri

Anies Baswedan menanggapi sindiran Basuki terkait normalisasi sungai Ciliwung, menurutnya banjir disebabkan karena tidak ada pengendalian air.

Tayang:
Editor: Daryono
Kolase Tribunnews
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbeda pendapat mengenai penyebab banjir 

Dua bendungan itu adalah Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi.

Menurut Basuki, lambatnya penyelasaian kedua bendungan itu terjadi karena sulitnya mendapatkan izin pembebasan lahan dari masyarakat setempat.

"Kemudian, Bendungan Ciawi dan Sukamahi, pembebasan lahannya sudah 90 persen lebih hampir 95 persen, kami targetkan tahun 2020 ini akan selesai," kata Basuki, dilansir YouTube Berita Satu, Rabu (1/1/2020).

Manajer Food and Beverages Bar Eastern Promise, Lens Terwee turut membantu membersihkan bar selepas banjir surut di Kemang pada Kamis (2/1/2020)
Manajer Food and Beverages Bar Eastern Promise, Lens Terwee turut membantu membersihkan bar selepas banjir surut di Kemang pada Kamis (2/1/2020) (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Lebih lanjut, Basuki menaruh harapan besar kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera menyelesaikan masalah pembebasan lahan.

"Mudah-mudahan dengan beberapa program itu akan mengurangi atau menambah kesiapsiagaan kita,"

"Menghadapi musim-musim hujan berikutnya yang mungkin menjadi lebih besar dari apa yang kita rasakan hari-hari ini," jelas Basuki Hadimuljono.

Menurut BMKG, Basuki menyampaikan musim hujan akan terjadi sampai Februari 2020.

Sindiran Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono

Sebelumnya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkap kekecewaannya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait normalisasi yang belum rampung di Sungai Ciliwung.

Basuki Hadimuljono menyebut normalisasi Ciliwung baru terealisasi sepanjang 16 km dari total 33 km.

"Namun, mohon maaf Bapak Gubernur. Selama penyusuran kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah dinormalisasi baru 16 km," kata Basuki.

Menurut Basuki, daerah di sekitar wilayah sungai yang sudah dinormalisasi terlihat tak tergenang banjir.

Kondisi itu nampak berbeda dengan wilayah yang belum dinormalisasi.

"Di 16 km itu kita lihat Insya Allah aman dari luapan, tapi yang belum dinormalisasi tergenang," ungkap Basuki.

Ilustrasi mobil terjebak banjir saat parkir.(Dok.Otomotif Group)
Ilustrasi mobil terjebak banjir saat parkir.(Dok.Otomotif Group) (Dokumentasi Otomotif Group)

Oleh karena itu, Kementerian PUPR bersama pihak terkait akan mengintensifkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat normalisasi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved