Banjir di Jakarta

Hujan Hingga Dinihari, Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Tetap Dilanjutkan

Awan-awan mulai tumbuh secara masif pada malam hari dan menjadi hujan lebat pada malam hingga dini hari bahkan sampai dengan pagi hari.

Hujan Hingga Dinihari, Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Tetap Dilanjutkan
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Komplek Polri Pondok Karya Mampang Prapatan tidak luput dari genangan banjir Jakarta, Selasa (25/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (TMC-BPPT) terus dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kepala BBTMC Tri Handoko Seto mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, pertumbuhan awan pada siang hari tidak cukup banyak sehingga TMC hanya dioperasikan dengan melakukan penyemaian 1-2 sorties per hari.

Ia menambahkan, awan-awan mulai tumbuh secara masif pada malam hari dan menjadi hujan lebat pada malam hingga dini hari bahkan sampai dengan pagi hari.

"Awan-awan seperti ini di luar jangkauan kemampuan armada TMC yang ada saat ini.
Ke depan, kami berharap armada TMC direvitalisasi agar mampu beroperasi pada malam hari," ujar Tri Handoko dalam keterangannya, Selasa (25/2/2020).

Baca: Banjir Juga Melanda Perumahan Pondok Cikunir Bekasi

Baca: BREAKING NEWS: Istana Presiden Ikut Terendam Banjir

Untuk diketahui, sejak (3/1) hingga Senin kemarin (24/2), tim penerbang TMC pemburu awan hujan di pesisir selatan Bandar Lampung dan pantai timur Lampung, telah melakukan penerbangan sebanyak 127 sorties dengan jam terbang 274, serta telah menebar bahan semai lebih dari 200 ton.

Sebelumnya, Kepala Pusat Meteorologi Publik  Badan Meteorlogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Fachri Radjab mengatakan, potensi hujan dengan intensitas lebat sampai sangat lebat masih akan terjadi hinaga seminggu ke depan.

"Sampai seminggu ke depan curah hujan masih tinggi dengan intesitas lebat sampai sangat lebat ini," kata Fachri seperti dikutip wawancara langsung dengan Kompas TV, Selasa (25/2/2020).

Ia mengatakan, potensi hujan akan turun merata hampir di seluruh Jakarta dan sekitarnya.

"Merata di seluruh Jabodetabek, mulai dari Jakarta Pusat, Timur, Selatan kondisi hujan akan sama seperti ini untuk seminggu ke depan," jelas di.

BMKG pun meminta agar masyarakat mewaspadai dampak situasi cuaca ini.

"Masyarakat diharap mewaspadai dampak curah hujan tinggi ini seperti banjir, banjir bandang, maupun longsor. Antisipasi di lingkungan masing-masing. Pastikan saluran air dapat menerima dan mengaliri air," ujar Fachri.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved