Virus Corona
Kontak Langsung dengan 2 WNI Positif Virus Corona, Walkot Depok Sebut 50 Orang Lebih Terindikasi
Dua orang warga Depok, Jawa Barat, dipastikan positif terjangkit virus corona, dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Inveksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Dua warga Depok, Jawa Barat, dipastikan positif terjangkit virus corona dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
Wali Kota Depok, Mohammad Idris membenarkan ada dua warganya terjangkit virus corona setelah kontak dengan warga negara Jepang.
Warga asal Depok tersebut merupakan ibu dan anak yang berusia 64 dan 31 tahun.
Sebelum dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso, korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok.
Idris menyebut, sejumlah tenaga medis di RS Mitra Keluarga diketahui terindikasi virus corona, setelah kontak langsung dengan pasien corona tersebut.
Baca: Tularkan Virus Corona ke Warga Depok, Bagaimana WN Jepang Bisa Lolos di Bandara?
Baca: UPDATE Indonesia Positif Corona, Tindakan Wali Kota Depok hingga Jawa Barat Siaga 1
Saat ini, mereka sudah diliburkan untuk sementara waktu dari pekerjaannya.
"Infonya ada juga beberapa perawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga yang terkena juga," kata Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Senin (3/3/2020), dikutip dari TribunJakarta.com.
Saat ini, pihaknya tengah mencari kediaman dari para perawat tersebut, untuk diawasi dan dilakukan penanganan.
"Mereka berinteraksi dengan keluarga dan pulang. Orang-orang tersebut di mana rumahnya sedang kami cari, dan akan kami dapatkan cepat untuk mengawasi dan menangani mereka jika mereka positif terkena corona," jelasnya.
Idris pun menduga ada lebih dari 50 perawat yang berinteraksi dengan korban.
"Di atas 50 orang ini kontak langsung dengan korban," kata Idris, dikutip dari TribunJakarta.com, Senin.

Pemasangan Garis Polisi
Kapolsek Sukmajaya, AKP Ibrahim Sadjab mengatakan, polisi telah memasang garis polisi di rumah dua pasien virus corona di Depok, Senin (2/3/2020) sekira pukul 15.00 WIB.
Ia mengatakan, garis polisi tersebut dipasang berdasarkan instruksi Dinas Kesehatan Kota Depok.
"Harus disterilisasi 20 meter dari ruangan terakhir di mana pasien atau dikira mengidap corona," jelas Ibrahim Depok, Senin (2/3/2020), dikutip dari TribunJakarta.com.
"Ini kita harus amankan 20 meter dari posisi terakhir," lanjutnya.
Baca: Menkes Terawan: Virus Corona Tidak Seganas Flu Burung
Baca: 5 Cara Mencegah Agar Tak Terinfeksi Virus Corona, Tak Cukup Pakai Masker Saja
Menurut Ibrahim, akses menuju rumah pasien terdapat banyak hunian warga.
"Digaris polisi jangan sampai ada rekan-rekan atau teman-teman yang ingin tahu melewati ini."
"Posisi rumah sekarang diisolasi," tegas Ibrahim.

Isolasi Rumah 2 Pasien Positif Corona
Diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan, dr Terawan Agus Putranto mengatakan, pemerintah serius dalam penanganan virus corona di Indonesia.
"Itu menunjukan, kita ini serius, yang kita periksa ini bener."
"Kalau negatif ya negatif, kalau positif ya positif," kata Terawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020), dikutip dari Kompas.com.
Ia sekali lagi membantah adanya kabar dari negara lain yang menyebut pemerintah menyembunyikan fakta adanya virus corona di Indonesia.
"Ada istilah yang selama ini ngomong negara lain, kita menyembunyikan, enggak ada."
"Kalau positif kita katakan positif, kalau negatif kita katakan negatif. Ya ini memang positif dua orang," jelas Terawan.
Baca: Waspada Virus Corona di Indonesia, Terungkap Jahe Merah Pencegah yang Manjur! Simak Penjelasannya
Baca: Awalnya Didiagnosa Bronkitis, 2 WNI Positif Corona, Wali Kota Depok Akan Pantau Pembantu Pasien
Ia mengungkapkan, dinas kesehatan telah mengisolasi rumah yang ditinggali oleh dua pasien tersebut.
"Sesuai prosedur, dinas kesehatan setempat langsung melakukan pemantauan, juga melakukan isolasi rumah dan sebagainya," kata Terawan, dikutip dari Kompas.com, Senin.
Kedua pasien telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Inveksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
Menurut Terawan, warga Jepang itu baru terdeteksi positif corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.
(Tribunnews.com/Nuryanti) (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma/Bima Putra) (Kompas.com/Ihsanuddin)