Demo di Jakarta
Kisah Affan Ojol dan 'Tank Man': Saat Kendaraan Tentara Tiongkok Tolak Lindas Demonstran
Peristiwa tewasnya Affan mengingatkan sejumlah orang akan peristiwa demonstrasi besar di Lapangan Tiananmen, Kota Beijing, Tiongkok, tahun 1989.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Nuryanti
TRIBUNNEWS.COM - Kematian memilukan Affan Kurniawan (21), seorang pengendara ojek online (ojol), di tengah aksi demonstrasi besar di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis malam, (28/8/2025), menggemparkan masyarakat Tanah Air.
Affan tewas dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob yang diduga berjenis Barracuda.
Pemuda yang menjadi tulang punggung keluarga itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah dilindas, tetapi malang sekali nyawanya tak tertolong.
Peristiwa tewasnya Affan mengingatkan sejumlah orang akan peristiwa demonstrasi besar di Lapangan Tiananmen, Kota Beijing, Tiongkok, pada tahun 1989.
Pada peristiwa itu sorotan tertuju kepada seorang pria yang mengadang barisan tank Type 59 yang dioperasikan oleh Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (TPRT).
Pria yang kemudian dijuluki “Tank Man” mencegah tank-tank bergerak maju. Awak tank menolak untuk melindas pria itu.
Tentu saja terdapat perbedaan antara kasus Tank Man dan kasus Affan yang begitu menyayat hati.
Pertama, Tank Man tidak dilindas, sedangkan Affan dilindas hingga tak bernyawa.
Kedua, Tank Man adalah seorang pengunjuk rasa, sedangkan Affan bukan pengunjuk rasa karena saat itu dia sedang bekerja mengantarkan makanan.
Tank Man yang mengguncang dunia
Foto Tank Man menghadapi tank di Tiananmen disebut-sebut sebagai salah satu yang paling ikonik sepanjang masa. Videonya bisa dilihat di sini.
Baca juga: Ribuan Driver Ojol Konvoi Melayat Pemakaman Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak Pagi Ini
Aksi Tank Man dilatarbelakangi oleh aksi unjuk rasa karena ketidakpuasan rakyat Tiongkok terhadap pemerintah.
Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, pada tahun 1980-an terjadi inflasi besar di Tiongkok. Pengangguran marak dan kriminalitas meningkat. Di samping itu, korupsi merajalela.
Situasi itu memicu aksi demonstrasi besar oleh mahasiswa di Tiananmen mulai April 1989 dan berlangsung selama berminggu-minggu. Aksi itu didukung oleh kelompok buruh, wartawan, dan bahkan sejumlah aparat keamanan.
Pemerintah Tiongkok terpaksa mengerahkan militer atau TPRT untuk menangani situasi itu.
Bentrokan antara massa dan militer tak terelakkan. Diperkirakan korban tewas dalam aksi itu mencapai ratusan hingga sepuluh ribu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.