Kamis, 4 Juni 2026

Virus Corona

Ketua RW Warga Depok yang Positif Virus Corona: Tak Terlalu Dipedulikan Tapi Waspada

Ketua RW tempat dua pasien virus corona tinggal, Edi Suhandi menyebut tak terlalu mempedulikan virus tersebut, namun tetap waspada.

Tayang:
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ketua RW tempat dua pasien yang terjangkit Corona tinggal, Edi Suhandi saat memberi keterangan di Sukmajaya, Depok, Senin (2/3/2020). 

Namun hanya warga yang sedang sakit berhak meminta bantuan masker guna mencegah penularan penyakit saat kontak langsung.

"Bisa ke Puskesmas, besok juga langsung kita siapkan kalau memang dibutuhkan. Kita akan berikan kepada orang yang membutuhkan, kalau yang sehat enggak perlu," ujarnya.

Baca: Virus Corona di Iran Sudah Masuk Pemerintahan, Pakar Sebut Pemerintah Gagal Tangani Wabah

Baca: Corona Masuk Indonesia, Ayu Ting Ting, Nikita Mirzani hingga Nagita Slavina Mulai Lindungi Diri

Sidik menuturkan pemerintah lewat Kementerian Kesehatan sepakat masker hanya diperuntukkan untuk orang sakit dan petugas medis.

Menurutnya dibanding membeli masker, warga yang khawatir terjangkit virus Corona lebih baik menggalakan gerakan hidup sehat.

Berolahraga, istirahat cukup, mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan bila memungkinkan mengkonsumsi vitamin.

"Karena ini juga masalah pemahaman penggunaan masker, jadi jangan gara-gara orang sehat berebut menggunakan masker akhirnya masker jadi langka di pasaran," tuturnya.

Wali Kota Depok Sebut Lebih Dari 50 Warga Depok Terindikasi Corona

Wali Kota Depok Mohammad Idris membenarkan dua warganya positif terjangkit virus corona.

Dalam konferensi persnya, Idris mengatakan warganya yang positif virus corona tinggal di salah satu perumahan di Sukmajaya, Depok.

Lanjut Idris, korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok.

Diduga, ada lebih dari 50 orang yang juga terindikasi corona di Rumah Sakit tersebut lantaran berinteraksi dengan korban.

"Yang positif corona ada dua orang, yang terindikasi diatas 50 orang. Yang diatas 50 orang ini yang kontak langsung dengan korban," ujar Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Senin (3/3/2020).

Idris berujar, dari 50 orang lebih tersebut diantaranya merupakan perawat yang ada di rumah sakit.

Saat ini, perawat tersebut pun sudah diistirahatkan dari pekerjaannya sementara.

Terakhir, Idris mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi mencari data dan kediamaan 50 orang lebih yang terindikasi virus corona.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved