Jumat, 22 Mei 2026

Virus Corona

Warga Khawatir Masker yang Banyak Beredar Justru Tidak Steril

Ia merasakan kesulitan mendapatkan masker karena selalu kehabisan dan keduluan oleh orang lain yang juga memburu penutup mulut serta hidung itu.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Shutterstock
Ilustrasi warga kota yang mengenakan masker untuk cegah penularan infeksi virus. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNNEWS.COM, SERPONG - Henka, Warga Tangerang Selatan (Tangsel), kesulitan mendapatkan masker untuk mengantisipasi wabah virus corona atau Covid-19.

Ia merasakan kesulitan mendapatkan masker karena selalu kehabisan dan keduluan oleh orang lain yang juga memburu penutup mulut serta hidung itu. 

"Kesulitan ya karena memang sudah banyak orang yang cari gitu kan, pokoknya dimana-mana ramai," ujar Henka di depan sebuah apotek di kawasan Ruko Versailles BSD, Serpong, Tangsel, Senin (2/3/2020).

Henka hendak bepergian jauh sehingga penting untuk berjaga diri dari virus corona dengan memakai masker.

"Karena kan besok mau ke bandara, jadi karena kondisi badan kurang sehat ya kita cari masker. Karena kan sekarang lagi musim wabah corona masuk ke Indonesia," ujarnya.

Ia berharap pemerintah bisa mengupayakan produksi masker yang lebih banyak.

Namun bukan berarti produksi lebih banyak, menyampingkan kualitas.

Henka juga takut jika masker yang beredar di masyarakat tidak steril.

"Harapan ke pemerintah supaya cepat di antisipasi saja, gimana caranya lebih banyak memproduksi masker gitu kan. Tapi memang harus diperhatikan kebersihannya, steril gitu," harapnya.

Puspita, apoteker Kimia Farma di kawasan Ruko Versailles BSD, Serpong, mengatakan, stok masker sudah habis sejak sebulan lalu.

Semenjak wabah corona heboh di tengah masyarakat, masker menjadi langka dan pihaknya tidak kebagian.

"Ya memang kosongnya itu memang dari sebulan. Sebulan lalu, pertama kali virus corona nyebar itu," jelasnya.

Wali Kota Depok Sebut Lebih Dari 50 Warga Depok Terindikasi Corona

Wali Kota Depok Mohammad Idris membenarkan dua warganya positif terjangkit virus corona.

Dalam konferensi persnya, Idris mengatakan warganya yang positif virus corona tinggal di salah satu perumahan di Sukmajaya, Depok.

Lanjut Idris, korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok.

Diduga, ada lebih dari 50 orang yang juga terindikasi corona di Rumah Sakit tersebut lantaran berinteraksi dengan korban.

"Yang positif corona ada dua orang, yang terindikasi diatas 50 orang. Yang diatas 50 orang ini yang kontak langsung dengan korban," ujar Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Senin (3/3/2020).

Idris berujar, dari 50 orang lebih tersebut diantaranya merupakan perawat yang ada di rumah sakit.

Saat ini, perawat tersebut pun sudah diistirahatkan dari pekerjaannya sementara.

Terakhir, Idris mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi mencari data dan kediamaan 50 orang lebih yang terindikasi virus corona.

Benarkan 2 warganya positif virus corona

Wali Kota Depok Mohammad Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (3/3/2020).
Wali Kota Depok Mohammad Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (3/3/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan ada dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terkena virus corona.

Diketahui, dua WNI yang positif corona tersebut merupakan warga Kota Depok, Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Depok Mohammad Idris pun tak menampik bahwa dua warga positif terjangkit virus mematikan itu.

"Ada dua yang positif orang tua dan anak, sementara dua orang ya," kata Idris dalam konferensi pers di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (3/3/2020).

Idris mengatakan, warganya yang positif terkena virus corona tersebut tinggal di salah satu perumahan di Sukmajaya, Depok.

"Saya belum cek langsung," kata Idris.

Terakhir, Idris mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menanggulangi kasus mematikan ini.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan, dua WNI yang positif virus corona sempat berinteraksi dengan warga negara asal Jepang.

Pada tanggal 14 Februari yang bertepatan dengan Hari Valentine WNI yang berprofesi sebagai guru dansa itu bertemu dengan temannya.

"Jadi dia guru dansa. Sempat berdansa dengan teman dekatnya yang WN Jepang ini tanggal 14 Februari," kata Terawan di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Senin (2/3/2020).

Setelah berdansa dengan warga Jepang tepatnya pada 14 Februari WNI ini kemudian batuk dan rawat jalan di rumah sakit.

"Tanggal 16 dia batuk, merasa ngga enak lalu rawat jalan ke rumah sakit. Setelah pulang masih merasa ngga nyaman. Kalau ngga salah tanggal 26 Februari dirawat karena batuk ngga hilang-hilang, ada sesak dan demam sedikit," kata Terawan.

Menurutnya, tanggal 28 Februari, WN Jepang itu menelepon teman dansanya dan memberitahu dirawat di Malaysia karena positif virus corona.

Dari informasi yang didapat Tribun, wanita berusia 31 tahun itu menghadiri acara multinasional di klub dansa kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Rumah Korban Ikut di Isolasi

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mendatangi RSPI Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020).
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mendatangi RSPI Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Kepresidenan, Jakarta menjelaskan, pihkanya sudah melakukan penangan kepada dua orang Indonesia yang dinyatakan positif virus corona atau Covid-19.

Keduanya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Tak hanya itu, rumah korban yang berada di depok pun ikut dilakukan isolasi untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Sudah melakukan isolasi rumah. Terkenanya di Depok,” katanya.

Kondisi terkini pasien

Terawan menjelaskan kondisi pasien positif corona dalam keadaan baik-baik saja.

Ia juga mengatakan keduanya bisa makan dan berkomunikasi secara baik, bahkan bermain ponsel.

"Jadi saya udah nengok, ngecek, semuanya, pasien dalam kondisi baik."

"Ndak ada demam, ndak ada sesak, ndak ada apa-apa."

"Makan, komunikasi juga baik, HP-HPnan (mainan HP) sendiri juga bisa," jelas Terawan pada awak media di RSIP Sulianti Suroso, Senin.

Terawan pun menegaskan kedua pasien dalam kondisi sehat.

"Menurut saya, sehat lah dia," katanya.

Saat ini, mereka tengah berada di ruang isolasi, dimana tempat tersebut terpisah dari gedung-gedung rumah sakit lainnya.

"Dia ada di ruang isolasi, terpisah sendiri gedungnya," ucap Terawan.

 Kekhawatiran Ayu Ting Ting Gegara Warga Depok Kena Virus Corona, Nagita Slavina Bereaksi Begini

 Intip Daftar Rekomendasi Tempat Makan Olahan Daging yang Bikin Nagih di Jakarta

Lebih lanjut, Terawan membeberkan kronologi lengkap kedua pasien tersebut terinfeksi Covid-19.

Pasien positif corina, yang Terawan katakan sebagai guru dansa, melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang saat mereka melakukan dansa pada 14 Februari 2020 lalu.

Dua hari setelahnya, yakni 16 Februari, mereka merasakan batuk-batuk dan memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.

Baru pada 26 Februari keduanya meminta untuk dirawat karena batuknya tak kunjung hilang.

Selain batuk, mereka juga mengalami demam dan sesak napas.

Berikut ini kronologi lengkap dua orang Indonesia terjangkit corona berdasarkan penjelasan Terawan Agus Putranto:

14 Februari 2020: Berdansa dengan warga negara Jepang

16 Februari 2020: Batuk-batuk dan rawat jalan ke rumah sakit.

26 Februari 2020: Mengajukan diri dirawat di rumah sakit karena batuk tak kunjung hilang, serta mengalami sesak napas dan demam.

28 Februari 2020: Dihubungi pihak kesehatan Malaysia, mengatakan warga negara Jepang yang melakukan kontak dengannya dinyatakan positif corona.

29 Februari 2020: Dirujuk untuk pindah ke RSIP Sulianti Suroso.

1 Maret 2020: Dilakukan pengecekan.

2 Maret 2020: Hasil tes keluar dan dinyatakan positif.

Terawan menuturkan, kedua pasien tersebut masih akan menjalani pengecekan ulang untuk mengetahui kondisi ke depannya.

"Ini kondisi virusnya positif ternyata, ya nanti dievaluasi ulang."

"Kalau udah 14 hari dicek, kalau udah negatif ya kita kembalikan lagi. Sekarang diisolasi," terang Terawan, Senin, dilansir Tribunnews.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua orang di Indonesia positif corona pada Senin.

"Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ungkap Jokowi, dikutip dari Kompas.com. (*)

Penulis: Jaisy Rahman Tohir

Sumber: TribunJakarta
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved