Pemerintah Tanggapi Pasien Corona yang Merasa Ditelantarkan, Minta RS Jaga Etika, 'yang Elegan'

Achmad Yurianto tanggapi keresahan pasien yang merasa ditelantarkan rumah sakit. Minta RS jaga etika.

Kompas TV/Imron-Chandra
Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes yang juga juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).(Kompas TV/Imron-Chandra) 

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto angkat bicara soal keresahan pasien Covid-19 yang merasa ditelantarkan pihak rumah sakit.

Belakangan beberapa orang yang merasakan gejala Covid-19 berinisiatif memeriksakan diri ke rumah sakit.

Namun ternyata beberapa dari mereka justru mendapat perlakuan tak mengenakkan dari pihak rumah sakit.

Pasien merasa ditelantarkan oleh pihak rumah sakit dan tidak mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Seperti yang diketahui, jumlah pasien positif virus corona semakin bertambah.

Sampai hari Rabu 18 Maret 2020, total ada 172 pasien posiitif virus corona.

Curhatan Dokter Rawat Pasien Corona, Resah karena Jumlah Membludak Sampai Jadwal Kerja Dirombak

Alasan Lengkap Gisel Liburan ke Bali Saat Wabah Virus Corona, Bukan Egois, Panjang Kalau Dijelasin

Ilustrasi virus corona atau covid-19.
Ilustrasi virus corona atau covid-19. (SHUTTERSTOCK via Kompas.com)

Jumlah ini terus bertambah sejak kasus pertama virus corona di Indonesia.

Mereka yang mulai merasakan gejala terjangkit virus corona pun melakukan tes di rumah sakit.

Seorang pasien dalam perawatan menceritakan perlakuan pihak rumah sakit kepadanya.

Tak didampingi atau diobati, pasien tersebut justru dibiarkan pulang dan tak mendapat tindakan apa-apa.

HALAMAN SELANJUTNYA =======>

Berita Populer
Editor: ninda iswara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved