Mudik Lebaran 2020

H-3 Lebaran, 3.279 Pengendara Sepeda Motor Jadetabek Diminta Putar Balik saat Hendak Mudik

Pengendara sepeda motor yang hendak keluar perbatasan Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) ditindak oleh pihak kepolisian.

TRIBUN JABAR/ZELPHI
Petugas memberhentikan pengendara sepeda motor yang berboncengan dan tidak menggunakan sarung tangan di check point jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Sabtu (9/5/2020). Check point dilokasi ini merupakan jalan masuk menuju Kota Cimahi dari arah Kabupaten Bandung Barat. Sampai hari ini pelanggaran yang masih dilakukan oleh pengendara sepedamotor adalah kelalaian menggunakan sarung tangan. (Tribun Jabar/Zelphi) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengendara sepeda motor yang hendak keluar perbatasan Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) ditindak oleh pihak kepolisian.

Diduga pengendara itu akan berjalan mudik ke ke kampung halaman.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yoga mengatakan, pihak kepolisian menindak sebanyak 3.279 kendaraan sepeda motor yang melintas keluar perbatasan keluar Jakarta yang diduga ingin mudik lebaran.

Baca: Operasi di Perbatasan Jadetabek, Polisi Telah Menindak 21.579 Kendaraan yang Diduga Akan Mudik

Baca: Lolos Mudik dari Jakarta, Penyanyi Dangdut Ini Terpaksa Dikarantina di Kampungnya

Data tersebut berdasarkan hasil pemantauan dari sejumlah pos pemantauan pelarangan mudik lebaran non tol di sejumlah jalan arteri. Data itu baru diambil sejak Senin (27/4/2020) hingga Rabu (20/5/2020).

"Total ada 3.279 sepeda motor yang diminta putar balik ke Jakarta," kata Sambodo kepada Tribunnews, Kamis (21/5/2020).

Pada Rabu (20/5/2020) kemarin, setidaknya ada sebanyak 81 pesepeda motor yang ditindak oleh pihak kepolisian saat hendak mudik.

Adapun pengendara yang ditindak saat mereka melintas posko pengamanan mudik hingga melalui jalur-jalur tikus untuk bisa tetap mudik.

Sambodo mengatakan, sanksi yang diberikan ialah pengendara diminta untuk putar balik lagi ke arah Jadetabek.

"Pengendara ditindak untuk diminta putar balik lagi ke arah Jakarta," pungkasnya.

Petugas memberhentikan pengendara sepeda motor yang berboncengan dan tidak menggunakan sarung tangan di check point jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Sabtu (9/5/2020). Chek point dilokasi ini merupakan jalan masuk menuju Kota Cimahi dari arah Kabupaten Bandung Barat. Sampai hari ini pelanggaran yang masih dilakukan oleh pengendara sepedamotor adalah kelalaian menggunakan sarung tangan. (Tribun Jabar/Zelphi)
Petugas memberhentikan pengendara sepeda motor yang berboncengan dan tidak menggunakan sarung tangan di check point jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Sabtu (9/5/2020). Chek point dilokasi ini merupakan jalan masuk menuju Kota Cimahi dari arah Kabupaten Bandung Barat. Sampai hari ini pelanggaran yang masih dilakukan oleh pengendara sepedamotor adalah kelalaian menggunakan sarung tangan. (Tribun Jabar/Zelphi) (TRIBUN JABAR/ZELPHI)

Diberitakan sebelumnya Kakorlantas Polri, Irjen Istiono sudah menyatakan mulai ada peningkatan 10-20 persen masyarakat yang nekat mudik di‎ satu minggu jelang Lebaran.

Ini terbukti dengan hingga hari ke 21 Operasi Ketupat, jumlah kendaraan yang diputar balik mencapai 45 ribu.

Sementara itu di hari ke ‎23 Operasi Ketupat, jumlahnya bertambah menjadi 48.472 kendaraan yang diputar balik.

Untuk mengantisipasi hal ini, Polri bakal mempertebal jumlah pasukan di setiap pos penjagaan, ‎penyekatan dan pengecekan PSBB di seluruh Indonesia.

"Kami akan pertebal lagi di masing-masing titik untuk mengecek masyarakat yang mau mudik. Belakangan ada kenaikan 10-20 persen masyarakat yang masih mencoba mudik," tambah Kakorlantas Irjen Istiono, Jumat (15/5/2020) lalu di Tol Cikampek.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved