Virus Corona

Curhat Satpol PP Bekerja saat PSBB: Keluhkan Warga yang Belum Sadar, Takut Juga Tertular Covid-19

"Sayang sekali masyarakat masih banyak yang belum sadar. Kita juga manusia yang takut dengan penyakit," kata Badrudin

Warta Kota/Joko Supriyanto
Petugas Satpol PP melakukan penindakan terhadap pelaku usaha yang dilarang PSBB namun tetap membuka usahanya. Jumat (24/4). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Profesi yang kerap berhadapan dengan kepentingan banyak orang tidaklah mudah.

Gesekan mudah terjadi karena kepentingan yang berbeda.

Baca: Minum Kopi Tapi Ogah Bayar Jadi Pemicu 2 Ormas Bentrok di Bekasi

Salah satunya personel Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP.

Mereka kerap berhadapan dengan warga saat melakukan penertiban.

Itu saja sudah membuat cemas lantaran berpotensi terluka karena gesekan saat bekerja, apalagi saat pandemi virus corona atau Covid-19 seperti sekarang ini.

Tugas Satpol PP bertambah sejak Pemprov DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

Mereka harus memantau jika ada warga jakarta, termasuk pelaku usaha di wilayah Jakarta yang melanggar PSBB tersebut.

Kasie Ops Satpol PP Jakarta Timur Badrudin mengaku jajarannya khawatir ancaman penularan Covid-19 saat bertugas membubarkan kerumunan.

"Sayang sekali masyarakat masih banyak yang belum sadar, termasuk kita Satpol PP juga manusia yang takut dengan penyakit," kata Badrudin di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (22/5/2020).

Dia mencontohkan kerumunan pedagang kaki lima (PKL) dan warga di kanal banjir timur (KBT), Kecamatan Duren Sawit pada Kamis (21/5/2020) malam.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved