Breaking News:

Virus Corona

TKD Dipangkas, PNS DKI Ini Cerita Terpaksa Jual Emas dan Mobil

Saldo tabungan Indah memang bertambah, tapi tidak seperti biasanya. Jumlahnya berkurang 50 persen

Tribunnews/JEPRIMA
ILUSTRASI - Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat berselfie ditengah kerumunan pegawai saat acara halal bihalal dengan sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019). Acara tersebut diikuti oleh ratusan pegaiwai balaikota Jakarta. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dodi Esvandi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indah (bukan nama sebenarnya) terkejut saat mengecek saldo tabungannya di Bank DKI pada 20 Mei lalu.

Hari itu seharusnya saldo tabungannya bertambah, karena merupakan hari pencairan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).

Baca: Disesalkan Keputusan Pemerintah Hentikan Proyek Pesawat R80 dan N245 Impian BJ Habibie

Saldo tabungan Indah memang bertambah, tapi tidak seperti biasanya. Jumlahnya berkurang 50 persen.

Indah adalah PNS di lingkungan Pemprov DKI.

Sejak akhir April 2020 dia dan rekan-rekannya memang sudah mendengar selentingan kabar bahwa akan ada pemotongan TKD di lingkungan Pemprov DKI.

"Tadinya cuma gosip via brodcast (pesan berantai) di whatsapp group," kata Indah kepada Tribunnews.com, Rabu (3/6/2020).

Saat mendengar kabar bahwa TKD PNS di Pemprov DKI akan dipotong, Indah dan rekan-rekannya panik.

"Segala macam doa dipanjatkan supaya (TKD) enggak dipotong segitu (50 persen). Berharap maksimal antara 10-25 persen," kata Indah.

Dan ketika pesan berantai di grup WhatsApp itu jadi kenyataan, bahwa TKD para PNS di Pemprov DKI dipotong 50 persen, Indah langsung terkulai lemas.

Halaman
1234
Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved