Breaking News:

Ganjil Genap

Evaluasi 3 Hari Sistem Ganjil Genap, Dishub DKI Klaim Volume Lalin Turun 4 Persen

terjadi penurunan 4 persen volume lalu lintas, peningkatan kecepatan kendaraan hingga berkurangnya antrean di jalan persimpangan.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
GANJIL GENAP - Petugas polantas bersama dinas perhubungan sedang melakukan sosialisasi aturan pembatasan lalu lintas ganjil-genap di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (6/8/2020). Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan aturan ganjil- genap di 25 ruas jalan di ibukota yang bertujuan untuk membatasi pergerakan orang dalam rangka menekan angka kasus positif corona di Jakarta yang belum juga mereda. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengklaim terjadi penurunan 4 persen volume lalu lintas, peningkatan kecepatan kendaraan hingga berkurangnya antrean di jalan persimpangan.

Hasil itu didapat berdasarkan hasil evaluasi 3 hari pelaksanaan sistem ganjil genap.

"Memang hasil evaluasi kami khususnya pada 3 hari lalu mulai Senin hingga Rabu itu terjadi peningkatan kinerja lalu lintas. Untuk volume lalu lintas terjadi penurunan rata-rata sekitar 4 persen," kata Syafrin saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2020).

Baca: Polri Akui Penumpang Transportasi Umum Meningkat Usai Pemberlakuan Ganjil Genap

"Begitu juga kecepatan dan antrean persimpangan artinya kinerja lalin lebih baik dari sebelumnya," imbuh dia.

Sementara hasil evaluasi pada aspek layanan angkutan umum juga terjadi peningkatan jumlah armada sekitar 3 persen.

Peningkatan 3 persen itu meliputi angkutan bagi Transjakarta, MRT, dan LRT yang sudah disiapkan sebelum ganjil genap berlaku.

Syafrin sendiri memastikan kenaikan jumlah armada 3 persen tersebut masih bisa membantu menampung pengguna transportasi umum setelah ganjil genap diterapkan.

Guna menunjang sekaligus sebagai upaya antisipasi kepadatan, Dishub DKI telah menambah armada Transjakarta, dan kereta commuter line untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

"Kami sudah antisipasi, ada penambahan armada baik itu di TJ dan ada juga penambahan commuter line dari PT KAI itu tetap dapat mengantisipasi lonjakan penumpang," tutur dia.

Sekali lagi Syafrin menegaskan bahwa penerapan kembali sistem ganjil genap di ibu kota bertujuan untuk membatasi pergerakan orang.

Pasalnya kata dia banyak masyarakat yang semestinya bekerja dari rumah tapi justru pergi keluar rumah untuk sekedar temu teman atau kongko-kongko.

"Tujuan gage pada saat pandemi adalah sebagai instrumen kebijakan pembatasan pergerakan orang," tegasnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved