Jumat, 29 Agustus 2025

Makam Ade Irma Berada di Area Kompleks Kantor Wali Kota Jaksel dan Ada Kalimat Menyentuh Sang Ayah

Ade putri bungsu Jenderal AH Nasution yang tewas terbunuh oleh peluru yang ditembakan pasukan yang menyerbu rumah peristiwa G30S PKI

Editor: Eko Sutriyanto
dok Warta Kota
Monumen Ade Irma Suryani. 

Saat malam 1 Oktober dini hari itu, Ade Irma tengah tertidur bersama kedua orangtuanya, AH Nasution dan Johanna Sunari.

AH Nasution dan istrinya sempat terbangun karena ada nyamuk.

Persis ketika mereka bangun, pintu depan rumah hendak dibuka orang.

"Lalu mama lihat, mengintip, terus mama lihat (pasukan) Tjakrabirawanya masuk," cerita Yanti mengawali kisah penyerbuan di rumahnya, dikutip TribunJabar.id dari wawancaranya di TV One.

Johanna Sunari kemudian memberi tahu bahwa pasukan yang akan membunuh suaminya datang.

Dia mewanti-wanti agar Jenderal AH Nasution jangan keluar.

Ade Irma Suryani (Kolase Tribun Jabar/Facebook Museum of Jenderal Besar Dr. AH. Nasution)
Ade Irma Suryani (Kolase Tribun Jabar/Facebook Museum of Jenderal Besar Dr. AH. Nasution) ()

AH Nasution lalu berkata kepada istrinya, bahwa biar dirinya lah yang menghadapi pasukan itu.

"Biar saya hadapi," ujar AH Nasution kepada istrinya.

Sang Jenderal membuka pintu, lalu pasukan menembak lagi.

AH Nasution pun menjatuhkan diri.

Kala Tjakrabirawa datang, Ade Irma Suryani berdiri di antara ayah dan ibunya.

Mendengar suara letusan tembakan beberapa kali, ibunda dari AH Nasution juga terbangun dari tidurnya.

Baca: Dulu Bekas Kantor Pos Belanda, Jenderal AH Nasution Pertahankan Gedung Masjid Cut Meutia

Kamarnya persis berada di sebelah kamar AH Nasution.

Dia keluar kamar bersama adik AH Nasution, Mardiah untuk melihat apa yang terjadi.

"Jadi beliau keluar, bersama adik bapak," kata Yanti.

Halaman
1234
Sumber: TribunJakarta
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan