Viral Tenaga Medis Wanita 2 Kali Terpapar Covid-19, Gejala Kedua Lebih Parah, Begini Kisahnya
Viral di TikTok, seorang wanita jadi pasien rawat inap covid-19 sebanyak dua kali, selang 3 bulan dari kasus pertamanya.
Penulis:
Shella Latifa A
Editor:
Daryono

TRIBUNNEWS.COM - Viral kisah seorang wanita dua kali menjalani rawat inap karena terpapar covid-19.
Video tentang kisah wanita itu viral di media sosial TikTok, @teuingatuhduka.
Wanita itu bernama Nur Hajar Lailam Malida atau disapa Malida.
Kepada Tribunnews, Malida menceritakan ia dinyatakan postif covid kedua kalinya berselang 3 bulan dari waktu yang pertama kali.
Baca juga: VIRAL Wisuda Gendong Ayah, Jefri Ternyata Lulusan Terbaik Universitas Muhammadiyah Kotabumi Lampung
Baca juga: Viral Pria Nekat Renang dengan Galon dari Balikpapan Demi Mudik ke Malang, Ini Kisahnya
"Jadi pasien covid yang kedua, selang tiga bulan dari positif yang pertama," kata Malida, Jumat (18/12/2020).
Covid pertama ia alami pada bulan September lalu.
Pada covid pertamanya itu, Malida dirawat di Wisma Atlet Kemayoran.
Selang 3 bulan setelahnya, tepatnya Jumat (11/12), Malida harus menjalani rawat inap akibat positif virus covid-19 lagi.
Baca juga: Viral Video Gangster Serang Warga di Bekasi, Ada yang Bawa Celurit 1 Meter, Polisi Ciduk 5 Orang
Baca juga: VIRAL Kisah Perempuan Tunda Nikah Padahal Persiapan Sudah 100%, Ternyata Pacar Tersandung Kasus
Sampai saat ini Malida masih dalam proses penyembuhan di Radjak Salemba Hospital, Jakarta Pusat.
Menurut wanita 22 tahun ini, gejala covid yang kedua terasa lebih parah dari sebelumnya.
"Yang pertama, bisa dibilang OTG karena pas dirawat sama sekali tidak ada keluhan."
"Cuma sebelumnya sempet seperti mau flu, badannya enggak enak, ada mualnya, enggak separah yang kedua ini," cerita Malida.
"Kedua ini, demam tinggi sampai 3 hari, batuk, pilek, pusing, hari ketiganya ada penurunan indera penciuman sama perasa," lanjutnya.
Diketahui, Malida berprofesi sebagai petugas medis.
Menurut cerita Malida, pertama kali ia dinyatakan positif, kemungkinan karena interaksi dengan pasien covid.