Breaking News:

Polri Tetapkan Satu Tersangka Kasus Mesum Sesama Jenis di Wisma Atlet

Dia adalah pasien Covid-19 yang pertama kali membagikan cerita hubungan sesama jenis di Wisma Atlet.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Petugas sampah melintas di Kawasan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (21/12/2020). Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet tidak lagi menerima pasien Covid-19 tanpa gejala. Hal tersebut diberlakukan, karena penuhnya kapasitas ruangan di Wisma Atlet. Kapasitas seluruh tower Wisma Atlet sudah hampir penuh, khususnya tower bagi pasien Covid-19 tanpa gejala. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus dugaan mesum sesama jenis antara tenaga kesehatan dan pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin menyampaikan ada satu orang tersangka yang ditetapkan oleh Polri.

Dia adalah pasien Covid-19 yang pertama kali membagikan cerita hubungan sesama jenis di Wisma Atlet.

Dia membagikan cerita itu melalui akun twitter @bottialter. Dalam unggahan tersebut, pasien Covid-19 itu menunjukkan foto yang diduga usai melakukan hubungan seks sesama jenis dengan nakes di Wisma Atlet.

"Iya benar. Satu orang (tersangka, Red)," kata Burhanuddin kepada wartawan, Selasa (19/1/2021).

Namun demikian, pihaknya masih enggan untuk membeberkan lebih lanjut perihal kronologi kasus tersebut. Nantinya, kasus tersebut akan diungkap dalam waktu dekat ini.

"Nanti sore release jam 16.00 WIB, saya sampaikan perkembangannya," pungkasnya.

Baca juga: Pasien Mesum Sesama Jenis RSD Wisma Atlet Jadi Tersangka, Bagaimana Nasib si Perawat?

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya meningkatkan status perkara penyebaran konten asusila seorang perawat dan pasien Covid-19 yang diketahui melakukan hubungan sesama jenis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya masih belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus tersebut. Keduanya masih berstatus saksi.

"Berdasarkan gelar perkara, penyidik memutuskan untuk meningkatkan perkara ini menjadi sidik. Bukan tersangka, perkembangan masih sidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Minggu (27/12/2020).

Dia menuturkan pengusutan kasus tersebut pertama kali diterima setelah adanya informasi mengenai konten asusila di media sosial. Kejadian itu dibagikan oleh sang pasien Covid-19.

Tak lama setelah itu, kepolisian melakukan penyelidikan dan mengetahui bahwa sang pasien menyebarkan konten itu melalui tiga akun. Akun ini yang masih didalami oleh penyidik.

"Yang bersangkutan menyebarkan konten pornografi melalui tiga akun. Ini yang masih kita selidiki," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan penyidik juga masih tengah mengumpulkan sejumlah alat bukti dan petunjuk. Sebaliknya, pihaknya juga tak menutup kemungkinan akan menetapkan tersangka dalam waktu dekat ini.

"Kita harus bergerak cepat karena memang ada barang bukti yang dilakukan penyitaan, untuk ini kita tunggu mudah-mudahan secepatnya kita melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi," pungkasnya.
 

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved