Breaking News:

Listyo Sigit Prabowo Semoga Menjadi Pelindung dan Pengayom Masyarakat kata Ketua Yayasan JCUIM

Toni Suhartono mengatakan Komjen. Pol. Drs. Listiyo Sigit Prabowo, M.Si memenuhi syarat strategis sebagai Bhayangkara 1.

dok pribadi
Toni Suhartono, Ketua Yayasan Jokowi Center Unggul Indonesia Maju (JCUIM) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Yayasan Jokowi Center Unggul Indonesia Maju (JCUIM), Toni Suhartono mengatakan Komjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si memenuhi syarat strategis sebagai Kapolri.

"Sikap rendah hati dan pandai mendengar yang dimilikinya akan banyak bermanfaat dalam pelaksanaan tugasnya sebagai TB1 (Kapolri)," ungkap Toni Suhartono.

Untuk itulah Toni Suhartono juga mengucapkan selamat kepada Komjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si yang telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menjadi Kapolri yang baru.

Seperti diketahui, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si resmi diajukan sebagai calon Kapolri tunggal oleh Presiden Jokowi berdasarkan Surat Presiden (Surpres) No. R-02/Pres/01/2021 yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Ketua DPR RI Puan Maharani, Rabu lalu.

"Indonesia dengan Kebhinekaan Tunggal Ika-nya serta toleransi yang tinggi memiliki Kapolri yang justru bukan dari agama mayoritas," kata Toni Suhartono yang akrab disapa Gus Toni ini.

Menurut Gus Toni, calon Kapolri ke depan harus profesional dan mengikuti tren kejahatan atau gangguan keamanan, serta memahami hukum serta regulasi.

Kejahatan dan gangguan keamanan kian hari kian canggih dan terus dimodifikasi, termasuk kejahatan jalanan. Kapolri harus mengikuti perkembangan ini.

Calon Kapolri diakui Gus Toni juga harus cepat tanggap terhadap fenomena yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa.

Terutama, kelompok-kelompok, baik kanan maupun kiri, yang ingin mengganti ideologi negara.

Kemudian yang perlu dilakukan Kapolri baru dikatakan Gus Toni memahami ancaman keamanan dalam negeri serta efek-nya hingga luar negeri, memahami lingkungan strategis teritorial seperti bahaya terorisme, radikalisme, narkoba, kejahatan jalanan/kriminalitas.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved