Breaking News:

BPBD DKI Sebut 34 Kelurahan Rawan Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat setidaknya ada 34 kelurahan yang punya status rawan banjir.

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Dua alat berat sedang mengeruk lumpur Sungai Ciliwung, Kampung Melayu, Jakarta Timur, (10/12/2020). Awan hitam tidak menghentikan pengerukan lumpur yang membuat sungai menjadi dangkal. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat setidaknya ada 34 kelurahan yang punya status rawan banjir.

Daftar kelurahan itu saat ini telah jadi prioritas penanganan banjir.

"Ada 82 kelurahan (rawan banjir). Namun yang menjadi konsentrasi kami ada 34 kelurahan," ucap Plt Kepala Pelaksana BPBD DKI Sabdo Kurnianto seperti dikutip Tribunnews.com dari video di kanal Youtube Pemprov DKI, Jumat (29/1/2021).

Alasannya, lantaran 34 kelurahan itu berada di daerah aliran Sungai Ciliwung.

Sehingga konsekuensinya kelurahan tersebut rawan tergenang air imbas luapan Sungai Ciliwung saat hujan melanda maupun kiriman air dari Bogor

BPBD DKI juga sudah berkoordinasi dengan para pejabat terkait dalam hal ini Camat dan Lurah untuk memperhatikan daftar 34 kelurahan rawan banjir.

"Dari 34 kelurahan itu letaknya ada di aliran Sungai Ciliwung. Nah, ini menjadi sebuah konsekuensi yang menjadi perhatian kita semua," kata dia.

Sebelumnya BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Peringatan dini itu yakni potensi curah hujan berintensitas lebat diserta petir dan puting beliung di wilayah ibu kota yang diprediksi terjadi pada 28 Januari - 2 Februari 2021. 

Baca juga: Kisah Pemilik Warung yang Tetap Buka saat Banjir, Jualan Gorengan Dadakan, Bersyukur Ramai Pembeli

Peringatan dini cuaca itu bersumber dari BMKG, dengan tujuan meminta masyarakat waspada dan mempersiapkan diri.

Bahkan BMKG juga telah mengeluarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) untuk potensi banjir bandang dalam dua hari ini, yaitu 28 - 29 Januari 2021. DKI Jakarta masuk dalam potensi dampak status SIAGA.

Berdasarkan analisa cuaca, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia atau 94 persen dari 342 zona musim saat ini telah memasuki musim hujan. 

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved