Virus Corona
Ukuran Makam Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus Diperkecil, Berikut Penjelasan Wagub DKI
Ukuran makam pasien Covid-19 diperkecil dari 2,5 x 1,5 meter persegi jadi 1,2 x 2,2 meter persegi per lubangnya, berikut respon Wagub DKI Riza Patria.
Penulis:
Theresia Felisiani
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal pemangkasan petak makam di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur.
Menurutnya, hal itu dilakukan demi memaksimalkan lahan pemakaman di TPU tersebut.
Pasalnya, Jakarta kini tengah dilanda krisis lahan pemakaman khusus Covid-19.
Baca juga: UPDATE 30 Januari: Rekor Tertinggi Selama Pandemi, 14.518 Orang Positif Covid-19 dalam Satu Hari
"Ya makam TPU Bambu Apus itu kan disesuaikan dengan kebutuhan," ucapnya, Jumat (29/1/2021).
Dengan pemangkasan petak makam dari 2,5 x 1,5 meter persegi menjadi 2,2 x 1,2 meter persegi, jumlah petak makam di TPU Bambu Apus bisa bertambah hingga dua kali lipat.
Meski demikian, politisi Gerindra ini menyebut, upaya yang dilakukan Pemprov DKI ini tak akan berhasil bila masyarakat tidak meningkatkan kesadaran untuk tertib menerapkan protokol kesehatan.
"Yang paling penting berpulang pada kita semua, sebagai warga bangsa harus patuh dan taat, disiplin protokol kesehatan," ujarnya di Balai Kota Jakarta.

Jumlah Petugas Penggali Makam Ditambah
TPU Bambu Apus menjadi pemakaman tambahan untuk penanganan jenazah Covid-19 sejak Kamis (21/1/2021) dan hingga Kamis (28/1/2021) sudah menampung 306 jenazah Covid-19.
Selain itu, petugas penggali makan ditambah hingga sekitar 35 orang untuk penanganannya karena jenazah yang terus bertambah dan penggalian yang memakan banyak waktu.
Baca juga: Anies Baswedan Apresiasi Karya Fotografi di Tengah Pandemi
Baca juga: UPDATE 30 Januari: Rekor Tertinggi Selama Pandemi, 14.518 Orang Positif Covid-19 dalam Satu Hari
Cerita Penggali Makam
Penggali kubur di Taman Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, terus berlomba dengan kedatangan jenazah protap Covid-19.
Setiap mereka baru menggali tujuh lubang makam, jumlah makam yang datang selalu melebihi kapasitas lubang yang disediakan.
Hal itu diceritakan oleh Pengawas Pelaksana Khusus Pemakaman Covid-19 TPU Bambu Apus, Muhaimin.
Dia mengatakan, jumlah lubang yang digali terkadang tidak sesuai dengan jumlah jenazah yang datang.