Breaking News:

Banjir di Jakarta

Tempat Pengungsian Korban Banjir Diharapkan Tidak Jadi Klaster Baru Covid-19

Mufida menilai perlu disediakan tempat khusus isolasi Covid-19 bagi warga yang kebanjiran dan sedang menjalani isolasi mandiri. 

istimewa/Tribunjakarta
Pembagian uang tunai yang dilakukan Hasnaeni Moein yang akrab disapa wanita emas, dibubarkan petugas guna menghindari pelanggaran protokol kesehatan di posko pengungsian korban banjir Cipmel, Universitas Borobudur, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meminta agar Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan lebih memberikan perhatian kepada para korban atau pengungsi banjir di DKI Jakarta. 

Mufida, begitu dia disapa, meminta agar jangan sampai tempat pengungsian justru menjadi awal mula kemunculan klaster Covid-19 baru. 

"Jangan sampai tempat pengungsian menjadi tempat munculnya klaster baru penularan Covid-19. Bisa menerapkan tempat pengungsian yang dilengkapi fasilitas kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti di GOR Otista," ujar Mufida, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (23/2/2021).

Dia menilai perlu ada perhatian lebih pada tempat pengungsian dan posko-posko bantuan.

Baca juga: Sejarawan UI Ungkap Banjir di Jakarta Sudah Terjadi Sejak Zaman Kerajaan Tarumanegara

Terutama agar tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk meminimalisir terjadinya penularan covid-19 yang bisa membuat keluarga semakin menderita.

“Bantu keluarga keluarga korban banjir agar tetap terjaga kesehatannya dari penyakit akibat banjir maupun potensi penularan Covid-19 di lokasi pengungsi," kata Mufida. 

"Pastikan di lokasi pengungsian utama terdapat fasilitas kesehatan dan tempat beristirahat warga dengan tetap menjaga potokol kesehatan, tidak hanya ketersediaan makanan," imbuhnya. 

Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) itu mengharapkan banjir bisa segera surut sehingga warga dapat kembali ke rumahnya dan tidak terlalu lama di pengungsian.

Bila perlu, Mufida menilai perlu disediakan tempat khusus isolasi Covid-19 bagi warga yang kebanjiran dan sedang menjalani isolasi mandiri. 

"Selain itu, perlu juga dilakukan monitoring ketat terhadap kesehatan masyarakat yang mengungsi, dengan lakukan screening gejala Covid- 19. Kemudian sebelum kembali ke rumah, baiknya dilakukan rapid tes antigen , khususnya bagi keluarga di pengungsian yang menunjukkan gejala mengarah ke Covid-19," jelasnya. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved