Banjir di Jakarta

Dinilai Tak Bisa Atasi Banjir, Fraksi PSI DPRD DKI Gulirkan Hak Interpelasi untuk Anies

Hal ini disampaikan oleh Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta dalam konferensi pers virtual yang digelar pada Kamis (25/2/2021) siang.

Editor: Hasanudin Aco
TribunJakarta/Bima Putra
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi permukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2021) 

"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada 16 ribu petugas Pemprov DKI Jakarta yang bekerja non stop," ucapnya dikutip TribunJakarta, Senin (23/2/2021).

Namun yang terjadi saat ini, Anies ternyata diam-diam mendepak Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Juaini Yusuf dari jabatannya.

Padahal, Juaini yang dilantik Anies sejak 8 Juli 2019 lalu menjadi tulang punggung penanganan banjir di ibu kota yang belakangan ini jadi sorotan.

Baca juga: Sosok Kasir Kafe Korban Penembakan Bripka CS, Pribadi yang Ramah dan Tidak Pernah Marah

Juaini kini turun kelas setelah digeser Anies menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara menggantikan Ali Maulana Hakim yang diangkat sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

Pencopotan Juaini ini pun terkesan diam-diam lantaran baru diketahui saat Anies menggelar pelantikan di Balai Kota DKI.

Posisi Kepala Dinas SDA DKI pun kini ditempati oleh Yusmada Faizal yang sebelumnya menjabat Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebelum dapat posisi baru, Juaini sempat membeberkan program sumur resapan atau drainase vertikal yang jadi andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tangani banjir di Jakarta.

Ya, Anies pernah mencanangkan pembuatan 1,8 juta sumur resapan untuk mengatasi banjir ibu kota.

Proyek pembuatan sumur resapan itu bakal dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun, mulai 2020 hingga 2022 mendatang.

Meski optimis mampu membuat jutaan sumur resapan, nyatanya realisasi dari proyek tersebut sangat rendah.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf menuturkan hingga saat ini baru 2.974 sumur resapan yang berhasil dibangun.

"Kalau SDA sendiri kemarin (2020) sudah sampai 2.974 sumur resapan," ucapnya saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021).

Ini artinya, program pembuatan sumur resapan yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan masih jauh dari target.

Bahkan, progres pengerjaannya belum mencapai satu persen dari target di 2020 lalu. Padahal, pembuatan drainase vertikal ini sejatinya sangat sederhana, yaitu hanya dengan membuat lubang.

Juaini beralasan, pihaknya terkendala masalah vendor yang hanya ada dua di tahun 2020 lalu. Pihaknya bakal mengebut pengerjaan sumur resapan di tahun 2021 ini.

"Kemarin kenapa lambat? Karena vendornya cuma dua, nah sekarang lagi diproses, vendornya itu ada 100," ujarnya.

"Kami harapkan banyaknya vendor jadi yang kerja juga banyak, sehingga program bisa cepat kami jalankan," tambahnya menjelaskan.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Anies Punya Anggaran Triliunan Tapi Tak Bisa Atasi Banjir, PSI Gulirkan Hak Interpelasi

Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved