Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Jelang Larangan Mudik, Polisi Mulai Pasang Pembatas Jalan di Gerbang Tol Cikarang Barat

Larangan mudik lebaran 2021 akan segera berlaku yakni tepat pada pukul 24.00 WIB nanti.

Rizki Sandi Saputra
Aparat Kemananan Kepolisian mulai memasang batas penyekat untuk kendaraan pemudik dari Jakarta di depan Pintu Tol Cikarang Barat KM 31, Rabu (5/5/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Larangan mudik lebaran 2021 akan segera berlaku yakni tepat pada pukul 24.00 WIB nanti.

Adapun dengan adanya larangan tersebut berarti setiap masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke kampung halaman akan dibatasi dengan diterapkannya penyekatan jalan.

Setidaknya akan ada 31 titik ruas jalan di wilayah Jabodetabek yang akan dilakukan penyekatan jalur.

Baca juga: BREAKING NEWS: Penyekatan Pelarangan Mudik Mulai Berlaku Pukul 24.00 WIB Malam ini

Satu di antaranya yakni di depan gerbang tol Cikarang Barat tepatnya di KM 31.

Pantauan Tribunnews.com di lokasi sekira pukul 22.30 WIB para petugas kepolisian sudah mulai bergerak melakukan penyekatan.

Puluhan anggota kepolisian di lokasi, sudah mulai menurunkan barier atau marka pembatas jalan berwarna orange dari mobil angkut.

Keseluruhan barier tersebut langsung disusun memanjang oleh pihak kepolisian dengan jarak sekira 500 meter sampai ke pintu masuk gerbang tol.

Baca juga: Larangan Mudik Diberlakukan, Polri Harapkan Masyarakat Tetap di Rumah Saja

Mengingat pelarangan baru akan berlaku dini hari nanti, hingga kini terlihat seluruh kendaraan dari arah Jakarta masih bebas lalu lalang melewati salah satu lajur penyekatan tersebut.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo mengatakan, setidaknya akan ada 31 titik di seluruh ruas jalan Jabodetabek yang diberlakukan penyekatan.

"Mulai 24.00 WIB nanti larangan mudik, di Jabodetabek 31 titik, 17 cek point dan ada 14 pos Penyekatan mulai beroperasi mulai 24.00 WIB," kata Sambodo kepada awak media di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Lanjut Sambodo, pada penerapan penyekatan mudik ini nantinya setiap kendaraan yang melewati jalur tersebut akan dicek oleh petugas di lokasi.

Kendati begitu kata Sambodo, akan tetap ada perjalanan masyarakat yang masuk dalam pengecualian, satu di antaranya yakni angkutan barang logistik.

"Semua kendaraan dicek baik kendaraan pribadi atau umum. Bagi perjalanan yang dilarang selain non mudik seperti angkutan barang logistik, kedukaan atau mengantar orang sakit, serta ibu hamil yang ingin melakukan persalinan, di luar itu tidak boleh lakukan perjalanan," ujarnya menambahkan.

Tak hanya itu, untuk keperluan perjalanan dinas para masyarakat yang bekerja juga masuk dalam pengecualian perjalanan tersebut.

Namun, kata dia harus disertakan surat tugas dengan tanda tangan cap basah dari pimpinan perusahaan atau lembaga.

"Misal dinas, ada surat cap basah tanda tangan basah dan print out untuk individual satu kali jalan untuk TNI, Polri, ASN," tuturnya.

Sedangkan, untuk masyarakat umum yang juga ingin melakukan perjalanan kata Sambodo, harus menyertakan surat keterangan dari kepala desa atau lurah yang menjelaskan maksud perjalanan.

Tak hanya itu, seluruhnya juga harus menyertakan surat bebas Covid-19 yang menunjukkan hasil negatif yang berlaku 1x24 jam sebelum perjalanan.

"Untuk masyarakat umum ada keterangan surat dari kepala desa terkait dengan tujuan perjalanan. Di luar itu akan kita putar balikan," katanya.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved