Breaking News:

Penanganan Covid

Pasien Terus Bertambah, Tiga Rumah Sakit di DKI Jakarta Dijadikan RS Covid-19

Pemerintah terus berupaya mengatasi tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di DKI Jakarta yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Pendonor plasma konvalesen menunggu hasil cek darah milik pasien sembuh COVID-19 di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI , Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/6/2021). PMI DKI Jakarta menyatakan ketersediaan Stok plasma konvalesen di DKI Jakarta kosong, sehingga keluarga yang membutuhkan mencari sendiri pendonornya sehingga darah mePMI DKI Jakarta mengajak masyarakat penyintas COVID-19 untuk mau mendonorkan plasma konvalesen guna menekan angka kematian akibat pandemi COVID-19. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS. COMn JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya mengatasi tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di DKI Jakarta yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Diantaranya dengan mengkonversikan seluruh tempat tidur perawatan di tiga rumah sakit untuk pasien Covid-19.

Ketiga rumah sakit tersebut yakni RS Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, dan RS Persahabatan.

"Kita sudah mengambil beberapa keputusan diantaranya adalah mengkonversikan tiga rumah sakit besar pemerintah yaitu RS Fatmawati, Rumah Sakit Sulianti Saroso, dan Rumah Sakit persahabatan untuk menjadi 100 persen rumah sakit yang menangani Covid-19, " kata Budi dalam Konferensi Pers yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (25/6/2021).

Dengan demikian kata Budi, akan ada tambahan ratusan tempat tidur untuk menangani pasien Covid-19 di Jakarta.

Baca juga: Saat Kasus Covid-19 Naik Drastis, Jangan Lupa Jaga Kesehatan Mental, Ini Tipsnya

Proses konversi ditargetkan rampung pada pekan ini.

"Ada ratusan tempat tidur baru lengkap dengan peralatan, lengkap dengan dokter-dokter yang berpengalaman, dokter dengan perawat-perawat yang berpengalaman untuk bisa melayani para pasien yang sakit di DKI Jakarta," katanya.

Budi mengatakan bahwa situasi Pandemi di Indonesia sudah mencapai titik yang tinggi dengan 20 ribu kasus per hari pada Kamis (24/6/2021) kemarin.

Pihaknya akan terus memonitor perkembangan di masyarakat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

"Saya bersama Pak Kapolri, pak Panglima TNI, dan Pak kepala BNPB dan juga pak gubernur selalu mengkoordinasikan untuk memastikan agar jumlah tempat tidur yang ada, cukup dan mengikuti perkembangan jumlah kasus yang masuk," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved