Virus Corona

Sidak ke Stasiun Cikini, Gubernur Anies Temukan Banyak Karyawan yang Masih ke Kantor

Gubernur Anies sidak ke Stasiun Cikini, hasilnya masih banyak karyawan yang kerja padahal perusahaanya bukan bergerak di bidang esensial dan kritikal.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
VAKSINASI MASSAL 12+ - Sebanyak 25 ribu peserta mengikuti pelaksanaan vaksinasi massal untuk usia 12+ di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (3/7/2021). Kegiatan untuk mensukseskan program vaksinasi nasional.1 juta per hari ini ditinjaulangsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Pangdam Jaya, Mayjen Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya, Irjen M Fadil Imran. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan sidah selama pelaksanaan PPKM Darurat.

Kali ini Anies sidak bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji.

Sidak dilakukan ke Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/7/2021) pagi.

Baca juga: Langgar PPKM Darurat, Perusahaan di MM2100 Disegel, Pemilik Rumah Makan Jalani Sidang Ditempat

Kedatangan tiga pilar itu hendak memantau pergerakan orang yang hendak menuju kantor selama PPKM darurat berlangsung melalui Stasiun Cikini.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudaaan RI ini mengungkapkan, pihaknya menyaksikan banyak karyawan yang diharuskan bekerja ke kantor oleh perusahaannya.

Padahal, kata Anies, perusahaan tempatnya bekerja bukan bergerak di bidang esensial maupun kritikal, sehingga wajib memberlakukan kerja dari rumah 100 persen.

“Kepada para petinggi perusahaan harus ambil sikap bertanggung jawab untuk melindungi pekerjanya, dan melindungi warga Jakarta. Ini bukan hanya soal peraturan, tapi ini soal keselamatan,” kata Anies di Stasiun Cikini.

Baca juga: Kantornya Disidak Anies, PT Equity Life Indonesia Tegaskan Sudah Patuhi Regulasi PPKM Darurat

Latar belakang pekerjaan mereka terungkap setelah petugas menanyakan pekerja yang melintas secara acak.

Kepada petugas, para karyawan itu mengaku bekerja di bidang perhotelan, toko, perkebunan, pertambangan, dan sebagainya.

Kata Anies, jenis perusahaan itu bukanlah di sektor esensial ataupun kritikal, sehingga perusahaan dilarang meminta karyawan bekerja di tempat kerja.

“Ini yang kami saksikan tadi masih banyak mereka yang diharuskan masuk, walaupun bidangnya bukan esensial dan kritikal,” ujarnya.

“Kami ingatkan kepada pemilik perusahaan untuk memiliki kesadaran dalam mengambil sikap dan keputusan manajemen yang sifatnya memotong mata rantai Covid-19,” lanjutnya.

Baca juga: Kabupaten Tangerang Krisis Alat PCR Test, di Depok Krisis Peti Mati Covid-19

Menurut Anies, pihak swasta harusnya mendukung pemerintah dalam menangani dan menanggulangi pandemi Covid-19.

Apabila mereka memiliki risiko terpapar Covid-19, harusnya karyawan bekerja dari rumah bukan di tempat kerja.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved