Breaking News:

Mau 'Ngeprank Malaikat Maut' Malah Berakhir Dengan Maut, Seorang Remaja Tewas Terlindas Truk

Ketika penghadangan berlangsung, sopir tak bisa mengerem mendadak. Tiga dari delapan pemuda yang menghadang tertabrak

Editor: Hendra Gunawan
Polsek Senankulon
Satu dari enam remaja yang melakukan prank diminta mempraktikkan menjadi pocong di halaman Polsek Sanankulon, Kamis (8/4/2021) malam. 

TRIBUNNEWS.COM -- Rencana membuat prank malah berakhir dengan kematian.

Peristiwa tersebut terjadi di Bekasi, Jawa Barat.

Sekelompok remaja yang akan 'ngeprank' malah celaka, salah satunya tewas terlindas truk yang sopirnya jadi target prank.

Sekelompok pemuda yang tergabung dalam geng Rombongan Jamaah Liar (Rojali) yang tengah bikin konten Tik Tok dengan tema 'malaikat maut' berakhir menyedihkan.

Seorang anggota Rojali, FA (16) tewas di lokasi kejadian setelah kepalnya dilindas truk saat menghadang truk yang sedang melaju di Flyover Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi.

Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tercatat Rp 6.013 Triliun di Mei 2021

Kejadian yang berlangsung, Minggu (11/7/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, saat itu geng Rombongan Jamaah Liar (Rojali) membuat konten TikTok challenge prank malaikat maut, dengan cara menghadang truk.

Ketika penghadangan berlangsung, sopir tak bisa mengerem mendadak. Tiga dari delapan pemuda yang menghadang tertabrak dan terlindas ban truk.

Baca juga: Produksi Meningkat, Ekspor Porang RI Tembus 14,8 Ribu Ton di Semester I-2021

FA (16), yang mengenakan topi meninggal dunia di lokasi karena kepalanya terlindas.

Sementara dua teman lainnya, masih dirawat di Rumah Sakit di Cikarang.

Kabar tersebut diinformasikan oleh seorang warga setempat, Hilmi, melalui pesan singkat.

"Tiga (orang) yang tertabrak. Satu terlindas yang pakai topi, satu yang hoodie kuning terlindas di bagian kaki dan membentur trotoar.

Satu lagi hoodie hitam terpental luka ringan," tulisnya, dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunJateng.

Sebuah akun di Instagram bernama @infocibitung_ mengabarkan bahwa satu korban meninggal dunia dalam kejadian itu.

Hal itu dibenarkan Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Argo Wiyono.

Peristiwa tersebut terjadi di Flyover Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi.

"Iya betul kejadian seorang remaja tertabrak truk," kata Argo Wiyono, dilansir TribunnewsBogor.com dari WartaKota.

Baca juga: Kongres VI IKA Unand Bakal Diramaikan Pencalonan Dr (C) apt Rustian, S.Si, M.Kes

Awalnya, viral di medsos sebuah video puluhan remaja menghentikan truk di Jalan Raya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dalam tayangan video itu, puluhan remaja yang awalnya berada di trotoar tiba-tiba lari menghentikan laju truk secara tiba-tiba.

Truk berwarna biru yang tengah melaju kencang langsung menabrak salah satu remaja tersebut.

Remaja itu terpental hingga terjatuh, dan beberapa kali terlindas ban truk.

Remaja lainnya langsung membantu dan menolongnya.

Argo Yuwono membenarkan remaja itu tertabrak akibat sedang membuat konten media sosial.

Baca juga: Gelandang Muda Persib Bandung Termotivasi Semangat Latihan Seniornya, Saiful Tak Ingin Kalah

Konten tersebut merupakan konten TikTok berjudul prank malaikat maut.

"Diduga dia sedang membuat konten dengan menyetop truk di jalan raya," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, Argo mengatakan FN dan ROJALI sudah membuat konten serupa sebanyak tujuh kali.

Namun nahas pada pembuatan konten kedelapan, sopir truk tidak mengerem kendaraannya hingga FN tergilas truk.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan, menegaskan pihaknya bakal menindak para pembuat konten berbahaya.

Bahkan, mereka bisa dijerat pidana karena membuat konten berbahaya seperti menghentikan truk saat sedang melaju.

"Itu kan melanggar bisa dijerat pidana, misal menyebrang tidak pada tempatnya. Dan melakukan tindakan berbahaya merugikan orang lain," kata Hendra, Selasa (13/7/2021).

Kombes Hendra, menjelaskan pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas para remaja di jalanan.

Masyarakat diminta ikut mengawasi para remaja yang melakukan kegiatan bahaya.

"Kami juga minta masyarakat ikut awasi, bubarkan cegah jangan sampai melakukan tindakan berbahaya," jelasnya.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, AKBP Argo Wiyono juga mengimbau agar masyarakat atau remaja jangan membuat konten yang membahayakan. Baik itu buat dirinya dan orang lain.

"Pembuat konten bisa menjadi pelaku atau ditetapkan tersangka," tegasnya.

Sementara, sopir truk tidak bisa langsung disalahkan, karena sang sopir itu mengira gerombolan remaja tersebut adalah kawanan begal.

"Yang membuat konten itu bisa jadi tersangka, menyebrang bukan pada tempatnya.

Sopir truknya juga nggak bisa disalahkan karena orang-orang ini nongkrong dipinggir jalan, tiba-tiba truk dekat dia nyebrang langsung maksain berhenti, sedangkan truk lagi laju kencang," sambungnya.

Dia menambahkan pihaknya akan bekerja sama dengan Satuan Reserse Kriminal untuk menyelidiki apakah kejadian itu murni kesalahan korban atau disuruh teman-temannya.

Akan tetapi, penyelidikan belum bisa dilakukan karena korban yang merupakan saksi masih menjalani perawatan di ICU Rumah Sakit Cikarang Medika.

"Kalau ada yang nyuruh bisa kita kenakan pasal pidana karena membahayakan orang lain. Tapi yang bersangkutan sendiri saksi korban masih di rumah sakit masih di ICU kondisi kritis karena terlindas," ungkapnya.

Untuk mencegah hal itu kembali terjadi, kata Argo, pihaknya akan bekerja sama dengan Reskrim Polres Metro untuk melakukan patroli saber.

Begitu pula akun-akun yang membuat konten meresahkan, membuat orang lain ikut-ikutan juga dilakukan tindakan.

"Jadi pembuat konten membahayakan itu juga nanti akan kita tindak, tapi itu diranah Reskrim hukumnya," kata Argo.

Selain itu, kepolisian juga akan melakukan langkah-langkah pencegahan dengan melakukan patroli.

Selain itu juga memetakan sejumlah titik yang menjadi tempat terminal-terminal truk maupun lokasi dekat taman umum yang dipakai para remaja berkumpul untuk membuat konten. (TribunJateng)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Prank Malikat Maut Rombongan Jamaah Liar Dijemput Maut

Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved