Breaking News:

Virus Corona

Kolaborasi dengan KODIM 0508, Vaksinasi Siswa di YPBIC Depok Terbaik

Yayasan Pendidikan Budi Insan Cendikia (YPBIC) bekerjasama dengan KODIM 0508 Depok menyelenggarakan program vaksinasi massal dosis pertama

Dok. Yayasan Pendidikan Budi Insan Cendikia (YPBIC)
Yayasan Pendidikan Budi Insan Cendikia (YPBIC) bekerjasama dengan KODIM 0508 Depok menyelenggarakan program vaksinasi massal dosis pertama yang ditujukkan bagi orang tua siswa dan alumni TK Islam Azhar 45, SD Islam AI Azhar 46, SMP BCI School dan SMA BCI School di lingkungan YPBIC. 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Untuk mengikis penyebaran virus Corona dan sekaligus menyukseskan program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, Yayasan Pendidikan Budi Insan Cendikia (YPBIC) bekerjasama dengan KODIM 0508 Depok menyelenggarakan program vaksinasi massal dosis pertama yang ditujukkan bagi orang tua siswa dan alumni TK Islam Azhar 45, SD Islam AI Azhar 46, SMP BCI School dan SMA BCI School di lingkungan YPBIC.

Pelaksanaan vaksinasi terhadap 1000 orang minimal berusia 12 tahun tersebut berlangsung di kampus YPBIC, di jalan Boulevard Grand Depok City Depok, Kalimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat pada Senin (2/8/2021) pagi dengan menyuntikkan vaksin Sinovac.

Sebelumnya, YPBIC juga telah melakukan vaksinasi terhadap para guru pengajar, satuan pengamanan hingga karyawan lainnya yang bertujuan untuk menjadi lebih sehat dan terlindungi dari virus Covid-19 serta lebih siap dalam menghadapi rencana pembelajaran tatap muka sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Kota Depok.

Ketua Tim Satgas Covid 19 Yayasan Pendidikan Budi Insani Cendikia, Nisa mengatakan vaksin siswa merupakan salah satu upaya kita mempersiapkan diri untuk tatap muka.

"Vaksin siswa ini merupakan salah satu upaya kita dalam mempersiapkan diri untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, sehingga diwajibkan kepada semua anak didik harus di vaksin, sekaligus mendorong percepatan program vaksinasi massal pemerintah pusat," ungkap Nisa.

Perempuan yang berperan sebagai guru SMP Budi Cendikia Islamic School itu juga menuturkan, ketika pihaknya mendengar pemerintah sudah memberikan lampu hijau penerimaan vaksin terhadap anak usia 12 hingga 17 tahun, Tim Satgas Covid 19 Yayasan Pendidikan Budi Insani Cendikia langsung bergerak mencari sumber-sumber vaksin yang bisa digunakan kepada usia anak-anak.

"Alhamdulillah kita berhasil mendapatkan sumber vaksin setelah kita berkoordinasi dengan Kadinkes, terutama penggunaannya untuk anak usia 12 hingga 17 tahun ini. Namun kala itu terdapat kendala di mana jumlah vaksin yang terbatas ditambah tenaga kesehatan pun terbatas karena banyak yang tumbang waktu itu, sehingga kami pun mencari tenaga bantuan vaksinator melalui koordinasi dengan KODIM 0508," ujarnya.

"Setelah melakukan komunikasi dan diskusi yang intens, Bapak Dandim 0508 menyanggupi sekaligus memberikan kami kesempatan vaksin massal untuk anak-anak karena tujuannya agar pada waktunya nanti mereka lebih siap untuk melakukan proses belajar mengajar melalui tatap muka, di mana sebelumnya para guru dan karyawan di YPBIC ini pun sudah mendapatkan vaksinasi full," paparnya.

Lebih lanjut Nisa juga mengatakan jika animo peserta untuk divaksin sangat antusias, terlihat dari jumlah yang mendaftar melebihi kuota vaksin yang tersedia.

"Pendaftaran yang dilakukan secara online tercatat lebih dari 1100 peserta, namun mohon maaf vaksin yang tersedia hanya 1010 saja kali ini, karena sasarannya adalah siswa, alumni, orang tua siswa, keluarga guru, kenapa keluarga guru juga, karena jika keluarganya tidak di vaksin bisa jadi gurunya tetap rentan, meski sebelumnya sudah di vaksin," urainya.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved