Breaking News:

Pelecehan dan Bullying di Kantor

Tegas! Polisi Tolak Laporan Pelaku Pelecehan Seksual Pegawai KPI

Laporan itu dilayangkan EO dan RT yang mensomasi beberapa akun media sosial yang mencemarkan nama baik para terduga pelaku.

Rizki Sandi Saputra
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menolak laporan yang dilayangkan terlapor pelaku pelecehan seksual terhadap MS, seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Laporan itu dilayangkan EO dan RT yang mensomasi beberapa akun media sosial yang mencemarkan nama baik para terduga pelaku.

Meski begitu, keduanya masih menjalani proses hukum Polres Metro Jakarta Pusat melalui laporan yang dilayangkan MS pada 1 September 2021 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya menolak laporan EO dan RT lantaran keduanya masih berproses hukum dalam kasus pelecehan seksual dan perundungan yang menjeratnya.

Untuk itu, pihaknya akan terlebih dahulu menyidik kasus yang tengah berjalan itu.

"Misalnya saya dituduh mencuri, ini lagi diproses polisi tapi tiba-tiba saya enggak terima laporan lainnya. Saya laporkan pencemaran nama baik, boleh enggak? Ini kan belum selesai masalah yang satu," kata  Yusri, Jumat (9/9/2021).

Gedung Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang berlokasi di Jalan. Ir. H Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (2/9/2021).
Gedung Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang berlokasi di Jalan. Ir. H Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (2/9/2021). (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Baca juga: Darurat Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak, PSI Desak Kementerian PPPA Responsif

Yusri beralasan, kasus menjerat EO dan RT harus diselesaikan terlebih dahulu.

Apabila hasil penyelidikan terhadap keduanya terbukti tidak melakukan pidana, polisi baru bisa menerima laporan baru seperti yang dilayangkan.

"Jadi yang pertama dulu kita selesaikan. Apabila kasusnya berlanjut dan diputuskan bersalah, bagaimana mungkin dia melaporkan pencemaran nama baik, karena sudah bersalah?" jelas Yusri.

Sebelumnya penasihat hukum EO dan RT, Denny Hariatna, mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat kemarin.

Terduga korban pelecehan di lingkungan kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat didampingi kuasa hukumnya Rony Hutahaean dan Reinhard Silaban mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (6/9/2021) untuk menjalani tes kejiwaan.
Terduga korban pelecehan di lingkungan kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat didampingi kuasa hukumnya Rony Hutahaean dan Reinhard Silaban mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (6/9/2021) untuk menjalani tes kejiwaan. (Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra)

Mereka hendak melaporkan sejumlah akun di media sosial dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Denny menjelaskan, kedua kliennya merasa mendapatkan penghinaan dari sejumlah akun media sosial setelah kasus pelecehan seksual terhadap MS itu viral.

Namun, dia tak merinci penghinaan seperti apa yang dialami kedua kliennya.

"Laporan polisi belum diterima, kan ini sedang diverifikasi, sedang dianalisa," kata dia.

Untuk itu, Denny mengaku akan kembali ke Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan terkait laporan itu.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved