Selasa, 5 Mei 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Polda Metro Jaya Sudah Periksa 36 Saksi Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan saksi kembali dilakukan pada hari ini

Tayang:
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews/Jeprima
TABUR BUNGA - Sejumlah warga melakukan doa bersama untuk para korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kamis (30/4/2026). Mereka melakukan tabur bunga hingga menyalakan lilin dalam aksinya tersebut. Tribunnews/Jeprima 

Ringkasan Berita:
  • Polda Metro Jaya telah memeriksa 36 saksi terkait kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, serta menjadwalkan pemeriksaan lanjutan dan pengumpulan bukti.
  • Insiden ini menewaskan 16 orang, 17 korban masih dirawat, dan 84 lainnya telah pulang.
  • KAI menyediakan layanan klaim, trauma healing, serta pengembalian barang, sementara investigasi juga dilakukan KNKT untuk mencegah kejadian serupa.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap 36 saksi terkait insiden kecelakaan KRL commuter line dan KA Argo Bromo Anggrek.

Pemeriksaan dilakukan terhadap pelapor, saksi dalam laporan polisi, para korban, saksi di sekitar lokasi, pihak pengemudi operasional kendaraan, pihak operasional perkeretaapian, dan pihak instansi terkait.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan saksi kembali dilakukan pada hari ini.

"Saksi yang akan diperiksa Selasa 5 Mei 2026 yakni saksi dari PT Vinfast Auto," ucapnya dalam keterangan tertulis Selasa (5/5/2026).

Kombes Budi menuturkan pemeriksaan lanjutan terhadap Richard Rudolf Passelima (RRP), selaku pengemudi taksi Green SM, bersama Pusat Laboratorium Forensik akan dilakukan pada Kamis, 7 Mei 2026.

Dilanjutkan hari berikutnya pemeriksaan terhadap Petugas Pengawas Selatan dan Kepala Sintel pada Jumat, 8 Mei 2026.

Penyitaan barang bukti

Selain pemeriksaan saksi, kata Kombes Budi, penyidik juga akan melakukan klarifikasi dan wawancara terhadap saksi lain terkait kejadian.  

Kemudian penyidik berencana mengirim surat kedua dan permohonan menghadirkan saksi kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian.  

Selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, mengajukan permohonan penyitaan barang bukti.  

"Penyidik akan mengajukan permohonan pembuatan gambar sketsa tempat kejadian perkara, menghadirkan saksi ahli dari Pusat Laboratorium Forensik serta menindaklanjuti hasil visum korban dari rumah sakit," urainya.

PEMBERSIHAN BANGKAI KERETA - Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi terkait proses pembersihan bangkai kereta akibat kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). 
PEMBERSIHAN BANGKAI KERETA - Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi terkait proses pembersihan bangkai kereta akibat kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).  (Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior)

16 Korban Meninggal Dunia

Tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL commuter line di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang.

Sebanyak 17 korban tabrakan kereta kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Sementara 84 pelanggan lainnya telah diperbolehkan pulang ke rumah.

Data tersebut disampaikan PT Kereta Api Indonesia melalui VP Corporate Communication Anne Purba.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved