Penembakan di Tangerang
Arman Disebut Bukan Ustaz Tapi Paranormal, Dalang Pembunuh Pendam Dendam 9 Tahun Karena Ini
Terduga pelaku tersebut berlari sangat kencang dari dalam gang rumah Ustaz Armand menuju jalan.
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembunuh Arman, warga Kunciran, Pinang, Kota Tangerang, Banten akhirnya tertangkap.
Dalang pelaku mengungkap kalau Arman bukanlah ustaz tetapi paranormal.
Ia tega menghabisi korbannya tersebut juga karena terkait dengan kegiatan paranormal Arman.
Arman disebut menerima pasang susuk istrinya hingga akhirnya terjadi pembunuhan.
Dia disebut sudah berulangkali menggauli wanita yang ingin memasang susuk kepadanya.
Hal itu terungkap dari pengakuan penembak Arman yang telah dibekuk polisi.
Baca juga: Benny Harman Yakin Terobosan Hukum Yusril Gugat AD/ART Partai Demokrat Bakal Ditolak MA
Otak dari pelaku penembakan kepada Arman ini adalah M yang mengajak K dan S.
M berbuat nekat itu karena tak kuat menyimpan dendam selama 9 tahun terakhir kepada korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, M begitu dendam ketika tahu istrinya pada tahun 2010 silam disetubuhi oleh Arman.
Adapun M baru mengetahui istrinya disetubuhi oleh Arman pada 2012 silam atau 2 tahun setelahnya.
"Sekitar 2010 lalu, pada saat itu istri tersangka M berobat kepada korban masang susuk," ucap Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2021).
Baca juga: Polisi Tangkap Satu Orang Terduga Penembak Ustaz Arman di Kawasan Bogor
"Tapi yang terjadi adalah korban (istri pelaku) disetubuhi," imbuh Yusri.
Istri M mengakui telah disetubuhi di rumah korban dan di salah satu hotel kawasan Tangerang Selatan.
Dendam M semakin menjadi saat tahu kakak iparnya juga pernah disetubuhi oleh Armand pada 2015 lalu.
"Ini yang membangkitkan motif. Pelaku sudah tenang, dipicu lagi kakak iparnya yang diduga kuat juga memiliki hubungan khusus dengan korban," tutur Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.
Menurut penuturan pelaku, Arman diketahui bekerja sebagai paranormal selama 20 tahun.
Baca juga: Kasus Penembakan Ustaz di Tangerang Terungkap, 3 Pelaku Diringkus, 1 Orang Berinisial Y Buron
M ditangkap di sebuah rumah makan di kawasan Serang, Banten, Kamis (23/9/2021).
Berselang 4 hari atau pada Senin (27/9/2021), polisi menangkap 2 pelaku lainnya berinisial K dan S.
"(Pelaku K dan S) kita amankan di tempat yang sama di Serang," ujar Yusri.
Dari ketiga pelaku, polisi menyita barang bukti berupa senjata api, helm, pakaian, dan 1 unit sepeda motor.
M, K, dan S kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati.
Ditembak Bakda Magrib
Menurut saksi mata, Armand ditembak pada Sabtu (18/9/2021) bakda Magrib atau sekitar pukul 18.30 WIB.
"Berdasarkan keterangan saksi mendengar adanya bunyi letusan senjata, kemudian melihat ada korban yang tergeletak dengan kondisi tertembak," ungkap Yusri.
Ketua RW 05, Kecamatan Pinang, Ahmad Mangku, menjelaskan saat itu Ustaz Armand baru pulang salat Magrib bersama anak usia 5 tahun.
Di saat yang bersamaan, terlihat dua pria tidak dikenal duduk di dekat warung di sekitar TKP.
Menurutnya, dua orang yang diduga sebagai pelaku menggunakan atribut ojek online.
"Sebelum kejadian, dua orang itu sudah tiga hari duduk terus di warung."
"Orangnya itu (pelaku) beli es terus. Pakai jaket ojol," jelas Ahmad saat dihubungi, Minggu (19/9/2021).
Dua orang tersebut menggunakan sepeda motor yang diparkirkan 20 meter dari lokasi penembakan.
Gerak-gerik Pelaku Terdeteksi
Gerak-gerik terduga pelaku sebelum dan sesudah menembak Armand terekam CCTV.
Ayah empat anak ini tinggal di sebuah gang di Jalan Nean Saba RT 2 RW 5, Kunciran, Pinang, Kota Tangerang.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit , namun nyawanya tidak tertolong.
TribunJakarta.com mendapatkan dua rekaman CCTV yang menggambarkan situasi di depan gang samping rumah Armand.

Rekaman pertama berdurasi 34 detik pada pukul 18.01 WIB, 10 menit sebelum kejadian.
Baca juga: Penembak Ustaz Armand Simpan Dendam 11 Tahun, Istri dan Kakak Ipar Pelaku Disetubuhi Korban
Rekaman kedua berdurasi 10 detik pada pukul 18.11 WIB saat penembakan terjadi.
Pada rekaman pertama, terlihat jelas satu orang naik sepeda motor keluar dari gang samping rumah Ustaz Armand.
Beberapa saat kemudian, orang itu turun dan memarkir motornya di dekat tempat duduk yang menempel dengan tembok sekolah.
Diduga orang tersebut adalah terduga pelaku yang membantu pelaku lainnya untuk kabur.
Dia mempersiapkan sepeda motor untuk membawa pelaku lainnya setelah mengeksekusi Ustaz Armand.
Sedangkan, pada rekaman CCTV kedua, terlihat satu orang diduga penembak Ustaz Armand.
Terduga pelaku tersebut berlari sangat kencang dari dalam gang rumah Ustaz Armand menuju jalan.
Saking kencangnya, saat rekaman disetop, tak mampu menangkap sosok terduga penembak Armand.
Tampak terduga pelaku hanya seperti bayangan saja.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan pihaknya sudah mendapatkan rekaman CCTV.
Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Penembakan Ustaz Armand di Tangerang, Identitasnya Diungkap Siang Ini
CCTV tersebut merekam kegiatan terduga pelaku penembakan Ustaz Armand.
"Kita sudah mengumpulkan CCTVnya," kata Yusri melalui sambungan telepon. (Elga Hikari Putra)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Awalnya Dikira Ustaz, Korban Penembakan di Tangerang Terima Pasang Susuk dan Pernah Nodai Pasiennya