Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Meski Ada Temuan Kasus Positif, DKI Tetap Lanjutkan PTM di Sekolah

Meski ada temuan kasus positif Covid-19 pada guru dan siswa di 6 sekolah, Wagub DKI pastikan PTM di sekolah lainnya tetap berjalan.

Tribunnews.com/Danang Triarmojo
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria memastikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terus berlangsung di sekolah tersisa lainnya, meski adanya temuan kasus positif Covid-19 pada guru dan siswa di 6 sekolah.

"Iyah, jadi yang lain jalan terus yah, yang penting semua disiplin melaksanakan protokol kesehatan," kata Riza kepada wartawan, Rabu (29/9/2021).

Riza mengatakan sejauh ini ada 7 sekolah yang ditutup.

Sebanyak 6 sekolah ditutup karena temuan kasus Corona, dan 1 sekolah ditutup usai melanggar protokol kesehatan.

Baca juga: Satgas Ingatkan Pimpinan Perguruan Tinggi Hentikan PTM Bila Ditemukan Kasus Positif Covid-19 

Adapun sekolah yang ditutup sebagai berikut:

1. SD Klender 03 ditemukan 2 kasus positif Covid-19
2. SMK 66 Jakarta ditemukan 1 orang guru positif Covid-19, dengan catatan kemungkinan terpapar di kediamannya.
3. SD Pondok Rangon 02 ditemukan 1 siswa yang positif Covid19, dengan catatan kemungkinan terpapar di kediamannya.
4. SMP PGRI 20 ditemukan 1 orang guru positif Covid-19, dengan catatan kemungkinan terpapar di luar sekolah.
5. SMA 25 ditemukan 1 orang guru positif Covid-19
6. SMP 20 ditemukan 1 siswa positif Covid-19
7. SD Jagakarsa 05 ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan.

"Ini hasil sementara ya," katanya.

Baca juga: 40 Persen Sekolah Sudah Gelar PTM, Menteri Nadiem: Angka Itu Masih Sangat Kecil

Politikus Partai Gerindra ini menerangkan bahwa Pemprov DKI masih terus melakukan pencarian kasus aktif, seperti menggelar tes PCR pada 46 sekolah yang ikut PTM terbatas.

Riza meminta sekolah yang menyelenggarakan PTM terbatas tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan ketat secara penuh tanggung jawab.

Ia berharap dengan konsistensi tersebut dapat mencegah munculnya kasus - kasus Covid-19 di lingkup sekolah.

"Prinsipnya, sekolah kita minta untuk konsisten melaksanakan prokes secara ketat, yaitu disiplin dan bertanggung jawab, mudah-mudahan dari 7 sekolah ini tidak ada lagi yang terpapar, memang tidak mudah ini, kenapa tidak mudah. Karena bisa saja terpapar di rumah atau di perjalanan bisa saja menggunakan transportasi publik yang dimungkinkan terpapar di jalan," pungkas Riza.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved