Tiga Bocah yang Dituduh Begal di Jababeka Dibebaskan, Begini Keterangan Kapolsek Cikarang Utara
Setelah menginterogasi korban dan 3 remaja, penyidik menyimpulkan terjadi kesalahpahaman atas insiden tersebut sehingga mereka dituduh sebagai begal.
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Kapolsek Cikarang Utara Kompol Mustakim angkat bicara, mengklarifikasi kejadian viral di media sosial.
Terkait diamankannya tiga bocah, lantaran diduga melakukan pembegalan motor di Bundaran Rotari 1, Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (10/11/2021).
Setelah menginterogasi korban dan tiga remaja, penyidik menyimpulkan bahwa terjadi kesalahpahaman atas insiden tersebut sehingga mereka dituduh sebagai pelaku begal.
Baca juga: 3 Begal Cilik Bawa Celurit Beraksi di Jababeka, Korban Berteriak, Pelaku Kabur ke Semak-semak
"Jadi jam 2 dini hari, ada tiga remaja habis nongkrong. Pas di seberang RS Permata, dia lawan,” ujar Mustakim, Rabu (11/11/2021).
“Hasil interogasi, dia enggak hapal jalannya. Karena dia kenceng, lalu ngeliat korban yang habis pulang kerja, terjadi lah tabrakan. Dua-duanya jatuh motornya," lanjutnya.
Satu dari mereka, sambung Mustakim, menenteng sebuah pipa yang dipipihkan sehingga berbentuk menyerupai celurit panjang.
Melihat pipa serupa celurit terjatuh dari tangan bocah itu, korban sontak panic, sehingga langsung berteriak minta tolong dan belari ke RS Permata untuk meminta bantuan kepada sekuriti.
Sedangkan para bocah tetap bertahan di lokasi kejadian lantaran motornya mogok setelah insiden tabrakan.
Anak-anak berusia 14 dan 15 tahun tersebut, mencoba untuk mengotak-atik motornya yang ringsek di bagian depan.
"Kemudian beberapa menit setelah itu, diamankan satu orang, dibawa ke pos sekuriti, maksudnya mau ditanya-tanya,” katanya.
“Tapi dua orang temannya itu malah kabur ke semak-semak karena takut dan ngira kalau temannya ditangkap," tuturnya.
Baca juga: Misteri Jasad Bayi di Gerobak Motor Sampah, Sempat Dikira Bangkai Kucing, Polisi Telusuri Data Bumil
Baca juga: Wagub dan Sekda DKI Kompak Tanggapi Rencana PA 212 Reuni Akbar di Monas
Dua bocah yang ngumpet di semak-semak baru keluar setelah pukul 05.30 WIB.
Saat itu lah muncul narasi yang menyebutkan bahwa anak-anak tersebut adalah pelaku begal dan tersebar viral di media sosial. Kemudian mereka dibawa ke Mapolsek Cikarang Utara.
"Lalu kami interogasi semuanya, bahwa semuanya berawal dari kecelakaan, tabrakan,” ujarnya.
“Hasil interogasi murni kecelakaan, tapi karena membawa sesuatu yang menyerupai celurit makanya dicurigai, padahal itu pipa paralon yang dipipihkan,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bocah-cikarang-dituduh-begal.jpg)